Breaking News

Kasus Corona Menggila, 3 Negara Ini Lakukan Lockdown

Kasus Corona Menggila, 3 Negara Ini Lakukan Lockdown
Orang-orang dari daerah Nizamuddin dibawa ke rumah sakit di Delhi. [Foto: PTI/India Today]
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Jakarta | Kasus virus Corona di beberapa negara masih terlihat terus meningkat. Tak jarang hal ini membuat para pemimpin di negara-negara tersebut menerapkan kebijakan lockdown, untuk menekan angka kasus semakin meningkat.

Bahkan ada juga negara untuk pertama kalinya menemukan kasus virus Corona, memutuskan untuk langsung menetapkan kebijakan lockdown. Dikutip dari berbagai sumber, berikut negara-negara menetapkan kebijakan lockdown.

Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan perketat kebijakan pembatasan sosial atau lockdown untuk meminimalisir laju infeksi virus Corona di negara tersebut. Pemerintah Korsel juga melarang adanya pertemuan besar, menutup tempat hiburan malam, gereja, serta kegiatan olahraga.

Pada Sabtu (22/8/2020), Menteri Kesehatan Korea Selatan Park Neung-hoo mengatakan kebijakan tersebut dilakukan setelah para pejabat melaporkan adanya 332 kasus baru. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tiga digit selama sembilan hari berturut-turut.

"Kita sekarang berada dalam situasi yang berbahaya yang sangat memicu penyebaran COVID-19 secara nasional," jelas Park dikutip dari Fox News.

Meskipun sebagian besar kasus baru berada di wilayah Seoul, kasus infeksi ini dilaporkan terjadi hampir di setiap kota besar dan di kota-kota yang ada di seluruh negeri.

Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan bahwa kebijakan lockdown di kota Auckland diperpanjang lagi. Sebelumnya, lockdown di kota tersebut akan berakhir pada 26 Agustus lalu.

Tetapi, setelah ditemukannya delapan kasus infeksi Corona baru pada Senin (24/8/2020), lockdown di Kota Auckland akhirnya diperpanjang.

"Direktur Jenderal (Kesehatan) telah merekomendasikan kepada kabinet, dan kabinet telah setuju untuk menerapkan perpanjangan singkat pembatasan level tiga di Auckland hingga Minggu (30/8/2020) pukul 11.59 malam," jelas Arden yang dikutip dari CNN.

"Ini adalah klaster yang terkurung, tapi ini yang terbesar, artinya untuk (kasus) berakhir masih panjang dan akan ada kasus baru lagi," lanjutnya.

Gaza

Tidak seperti dua negara sebelumnya, Gaza untuk pertama kalinya menemukan kasus virus Corona di tengah populasi masyarakat. Adanya hal ini membuat otoritas setempat untuk langsung menerapkan lockdown selama 48 jam.

Kasus Corona yang pertama kali muncul ini berasal dari satu anggota keluarga di bagian tengah Gaza. Kebijakan ini dilakukan karena padatnya pemukiman, kemiskinan, dan keterbatasan layanan kesehatan yang bisa membuat virus semakin mewabah.

"Pembatasan penuh berlaku mulai malam ini di seluruh Gaza." ujar kepala media pemerintahan, Salama Marouf dikutip dari Reuters.***

Komentar

Loading...