Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Kasi Pidum Kejari Bireuen Luruskan Pemberitaan Penahanan Bayi Kembar Tiga

Kasi Pidum Kejari Bireuen Luruskan Pemberitaan Penahanan Bayi Kembar Tiga

Bireuen | Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi) Pidum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, T. Hendra Gunawan meminta kepada awak media melakukan check and ricek, sebelum menulis berita. Termasuk mencari sumber informasi yang up to date lebih dulu. Hal ini dikatakanya, terkait pemberitaan mengenai tiga bayi kembar yang ikut ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bireuen bersama ibunya.

Sebut T. Hendra Gunawan dari awal penyidikan kepada ibu si bayi kembar tiga itu, memang sudah dilakukan penahanan oleh penyidik. Lalu, ditingkatkan pada proses penyerahan tahap dua oleh polisi ke jaksa.

“Saat penyerahan itu, kami hanya menerima tersangka dan barang-bukti saja. Jadi kami tidak melihat adanya anak atau bayi yang dibawa ke tempat kami,” jelas Kasi Pidum itu.

Lanjutnya, untuk kepentingan proses persidangan sesuai dengan prosuder dilakukan penahanan terhadap tersangka. ”Alasan melakukan penahanan yang pertama, tersangka tidak menghilangkan barang-bukti dan kemudian agar proses persidangan cepat tidak terhambat. Karena posisi tersangka bukan berdomisili di Bireuen,” jelasnya.

T. Hendra Gunawan bertanya, kenapa ada pemberitaan di media bahwa dilakukan penahanan terhadap tiga bayi kembar. ”Nah, itu sebuah persepsi yang salah, kami tidak melakukan penahanan terhadap tiga bayi kembar, namun terhadap pelaku ibunya. Kerena perbuatannya itu, bukan terhadap bayinya,” jelasnya.

Itu disampaikan T. Hendra Gunawan, usai konferensi pers tentang kasus korupsi. Dimeminta  kepada kepada awak media, sebaiknya sebelum menurunkan berita agar mencari fakta-fakta. “Jangan sampai menjadi suatu permasalahan yang membuat instansi-instansi lain menjadi korban,” pintanya.

Masih kata Kasi Pidum itu, penahanan terhadap tersangka itu bukan lagi dari kejaksan, tapi sudah menjadi penahanan pengadilan.

Seperti yang dilansir sejumlah media, ibu yang memiliki bayi kembar tiga M (27), dilaporkan atas tuduhan kasus penipuan yang dilaporkan seorang korban di Mapolres Bireuen. Diduga, dia terlibat kasus calo CPNS tahun 2015, beberapa korban orang warga Bireuen, sehingga kasus itu ditangani aparat penegak hukum Bireuen. Sementara tersangka adalah warga Aceh Timur.***

Komentar

Loading...