Berkas Perkara Dugaan Korupsi Telur Ayam Rp13,3 Miliar Tuntas

Kasi Pidsus Kejari Aceh Besar Ronald R. Siagian: Pekan Depan Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasi Pidsus Kejari Aceh Besar Ronald R. Siagian: Pekan Depan Dilimpahkan ke Pengadilan
Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Aceh Besar Ronald Reagan Siagian SH (Foto: Ist)

Banda Aceh | Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menjadwalkan. Paling lambat pekan depan, kasus dugaan hasil produksi UPTD Balai Ternak Non-Ruminansia (BTNR) berupa telur ayam, Rp13,3 miliar, dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

Informasi ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Aceh Besar Ronald Reagan Siagian SH, menjawab konfirmasi media ini, Selasa.

“Benar, kita sudah menerima berkas dari penyidik Polresta Banda Aceh dan paling lambat pekan depan sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” jelas Ronald.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat dugaan pat gulipat kasus ini. Dua pejabat Dinas Peternakan Aceh menjadi tersangka. Mereka  berinisial RH (Kepala UPTD BTNR) dan MN (Mantan Pembantu Bendahara).

Kasus itu berawal saat keduanya tidak menyetorkan uang hasil penjualan telur ayam ke dalam kas daerah kurun waktu 2016-2018.

20200602-nova-telur-ayam

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meninjau produksi telur ayam di UPTD Unggas, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu 14 Februari 2018 (Foto: Heri Juanda)

Akibatnya, negara mengalami kerugian Rp2,6 miliar dan penyidik telah menyita uang tunai hasil penjualan telur UPTD BTNR tahun 2018, Rp114 juta lebih.

Kerugian keuangan tersebut berdasarkan hasil laporan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN), yang dilakukan auditor BPKP perwakilan Aceh, 14 Oktober 2019 lalu.

Kapolresta Banda Aceh Komisaris Besar Polisi Trisno Riyanto kepada media pers beberapa waktu lalu mengungkapkan. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penjualan telur ayam.

"Setiap penjualan hasil produksi UPTD BTNR berupa telur ayam itu tidak dicatat pada buku kas umum (BKU), dan uang hasil penjualan telur digunakan langsung tersangka," papar Trisno, Selasa, 3 Desember 2019 di Banda Aceh.

Dalam kasus itu penyidik juga telah memeriksa 27 orang saksi dan menyita uang tunai hasil penjualan telur yang pernah diberikan tersangka RH kepada saksi sebesar Rp3 juta. "Namun, kedua tersangka tidak ditahan dan telah mengajukan surat penangguhan penahanannya," ujar Trisno.***

Komentar

Loading...