Beredar Kabar Proses Hukum Dana Iklan Media Mulai “Masuk Angin”

Kasat Reskrim Polres Aceh Besar: Penyelidikan Masih Berlanjut!

Kasat Reskrim Polres Aceh Besar: Penyelidikan Masih Berlanjut!
Foto: Dok.MODUSACEH.CO

Kota Jantho | Ada kabar tak elok yang berhembus dan masuk ke redaksi media ini, Jumat pagi hingga siang (8/11/2019), dari Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Muncul sas sus, proses penyelidikan (hukum) terhadap dugaan praktik pat gulipat dana  pemasangan iklan/greeting serta pariwara pada media pers cetak dan online tanpa verifikasi Dewan Pers di daerah setempat, sudah mandek allias mulai “masuk angin”.

Padahal, sebelumnya jajaran Sat. Reskrim  Polres Aceh Besar telah memberi atensi penuh dengan kasus ini. Bahkan, sudah pada tahap mengumpulkan data aliran dana yang bersumber dari APBK Aceh Besar.

Misal, melayankan surat kepada Sekretaris Daerah (Setda) setempat.

Syahdan, surat itu berasal dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Besar kepada Setda Aceh Besar, Nomor; B/101/X/RES 35/2019/Reskrim, perihal permintaan data.

Surat tanggal 3 Oktober 2019 ini menyebutkan. Saat ini penyidik sedang mengumpulkan data dan keterangan (pulbaket) terhadap dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dalam jabatan atau korupsi, pada Sekretaris Daerah Aceh Besar tahun 2018.

Nah, ini terkait jasa publikasi iklan/greeting di media cetak dengan pagu anggaran Rp 568 juta dan jasa publikasi pariwara satu sumber dari APBA dengan nilai Rp 501.400.000.-

“Guna mempercepat proses pengumpulan data dan bahan keterangan, diminta kepada saudara agar dapat memberikan data-data yang berhubungan dengan kegiatan tersebut, secara lengkap dan terlegalisir,” tulis surat yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, Inspektur Polisi Yoga Panji Prasetya S.I.K ini.

Sebatas ini tentu wajar dan normatif. Namun, jika menilik sasaran yang dituju penyidik Polres Aceh Besar. Bisa jadi ngeri-ngeri sedap juga.

Sebab, muncul dugaan kuat, pemasangan iklan dan pariwara tadi, termuat pada media pers cetak dan online yang belum terverifikasi Dewan Pers, baik verifikasi administrasi maupun faktual.

Begitupun, setelah lebih dari satu bulan, proses lanjutan penyelidikan kasus ini kabarnya mulai mendapat “intervensi” dari penguasa di sana.

“Kami mendengar kabar memang begitu, sehingga sejumlah oknum yang diduga ikut terlibat, kini bisa berleha-leha kembali,” ungkap sumber media ini di Pemkab Aceh Besar, Jumat (8/11/2019), melalui telpon seluler.

Masih kata sumber tadi, usai menerima surat dari penyidik Polres Aceh Besar, ada sejumlah oknum PNS di sana, yang selama ini resah dan gelisah. Kini, sudah mulai bernafas lega. “Ya itu tadi, mereka terus melakukan pendekatan agar kasus ini ditutup dan tidak berlanjut,” ungkap sumber yang tak mau ditulis identitasnya ini.

Benarkah? Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, Inspektur Polisi Yoga Panji Prasetya S.I.K yang dikonfirmasi media ini, Jumat siang mengaku. “Masih berlanjut penyelidikannya,” kata Yoga singkat.

Namun, dia tak bisa memastikan kapan proses penyelidikan kasus ini selesai serta adanya tersangka. Termasuk, siapa saja yang sudah dimintai keterangan.***

Komentar

Loading...