Di Taman Bustanussalatin Kota Banda Aceh

Karena Khalwat dan Ikhtilat Mereka Dicambuk

Karena Khalwat dan Ikhtilat Mereka Dicambuk
Hukuman cambuk (Foto: Mufazzal I MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar hukuman cambuk terhadap empat pasangan pelanggar Qanun Jinayat tentang ikhtilat dan khalwat di Taman Bustanussalatin, Senin (8/3/2021).

Tiga pasangan di antaranya dinyatakan melanggar Pasal 25 tentang ikhtilat dan Pasal 23 tentang Khalwat. Untuk pasangan pelanggar ikhtilat dikenai cambuk masing-masing 25 kali, sedangkan untuk pasangan khalwat didera 20 kali cambukan.

Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat menjadi landasan hukum penyelenggaraan hukuman cambuk di Aceh. Pasal 23 ayat (1) menegaskan: Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah khalwat, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 10 (sepuluh) kali atau denda paling banyak 100 (seratus) gram emas murni atau penjara paling lama 10 (sepuluh) bulan.

Pasal 25 ayat (1): Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Ikhtilath, diancam dengan ‘Uqubat cambuk paling banyak 30 (tiga puluh) kali atau denda paling banyak 300 (tiga ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 30 (tiga puluh) bulan.

Foto: Mufazzal/MODUSACEH.CO

Nah, nama para terpidana yang terbukti melanggar Qanun Jinayat (Ikhtilat) itu adalah; Muhammad dan Rahmiati 25 kali cambukan.  Tempat kejadian perkara (TKP) di Terminal Keudah. Lalu, M. Defri dan Zubaidah (25 kali cambukan) dengan TKP Los Pisang Pasar Peunayong.

Sementara Arius dan Asnidar (20 kali cambukan) dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam mobil di Pelabuhan Ulee Lheu.

Sedangkan pelaku pelanggaran Pasal 23 tentang Khalwat yaitu, pasangan Martiaus dan Sonia (10 kali cambukan) dengan TKP di Dusun Surabaya Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman.

Karena Covid-19, penyelenggaraan hukuman cambuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, serta diwajibkan menggunakan masker.***

Komentar

Loading...