Breaking News

Terkait Video Viral Kekerasan Anak

Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda: Kejadian Sudah Lama, Pelaku dan Korban di T2TP2

Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda: Kejadian Sudah Lama, Pelaku dan Korban di T2TP2
Iptu Miftahuda Dizha Fezuono
Penulis
Editor
Rubrik

Banda Aceh | Video dugaan kekerasan terhadap anak di Banda Aceh, viral di media sosial (instagram), Rabu pagi 22 Januari 2019.

Video amatir dalam akun milik instagram @acehworldtime, itu diunggah sekitar pukul 16.30 WIB t dan disaksikan ribuan orang dengan memuat keterangan seorang anak diikat kakinya.

Kekerasan tersebut, diduga dilakukan oleh orang tuanya di sebuah kos-kosan daerah Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Dalam video itu, terlihat bocah yang hanya mengenakan celana dalam merah kaos singlet putih.

Selain itu, terdengar suara seorang perempuan diduga tetangga kosan, yang berusaha membantu melepaskan ikatan kaki bocah malang itu, sambil meminta sang bocah tidak melaporkan bahwa dirinya yang membantu.

Nah terkait video tersebut, Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono saat dikonfirmasi wartawan MODUSACEH.CO, Kamis 23 Januari 2020, membenarkan kejadian tersebut.

Katanya setelah melihat video, petugas langsung turun ke tempat kejadian perkara dan mengecek kebenarannya.

Namun, perlu ditegaskan bahwa kejadian itu, bukan pada tanggal 22 Januari 2020, tapi terjadi sudah lama yaitu tanggal 10 Januari 2020.

Kasus kekerasan terhadap anak ini, juga sudah ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2) Banda Aceh.

Dan, sudah diproses sejak tanggal 13 Januari 2020. Sejauh ini, menurutnya sudah  5 saksi dan hari ini memanggil beberapa saksi lagi untuk kelanjutan kasus.

“Untuk orang tua, saat ini sudah berarada di P2TP2. Karena kewenangan ada disana. Orang tua beserta anak diamankan di rumah singgah untuk dilakukan pembinaan dan konseling,” jelas Iptu Miftahuda.

Untuk mendalami kasus itu apakah ada dugaan pidana, mak akan dilakukan penyelidikan lebih mendalam dan menggelar perkara.

Karena itu, apabilaada unsur pidana tetap dilakukan proses hukum. Makanya, sejauh ini dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian, motif pelaku atau orang tua, adalah memberikan peringatan atau teguran kepada sang anaknya.

“Jadi dengan adanya video tersebut ya mungkin sedikit ekstrim dan tidak mungkin kita lakukan. Namun dalam alur yang terjadi itu merupakan pembinaan,” jelasnya.

Iptu Miftahuda menjelaskan, pelaku berisinial NH (36) warga Langsa yang tinggal di Banda Aceh, ia merupakan janda yang harus menafkahi kedua orang putranya dan bekerja pada salah satu intansi kesehatan, di Banda Aceh sebagai outsourcing.

“Ibu itu, single parent yang beberapa tahun sudah meninggal suaminya. Sehingga dia harus menafkahi dua putranya dan bekerja sebagai outsourcing diintansi kesehatan. Anak yang ikat berinisial AAF (8).***

Komentar

Loading...