Demi Misi Kemanusiaan

Kapolres Lhokseumawe Perintahkan Anggota Selamatkan Kapal WNA Terdampar di Laut

Kapolres Lhokseumawe Perintahkan Anggota Selamatkan Kapal WNA Terdampar di Laut
Kapal bermuatan WNA (Foto: Ist/Din Pasee)

Lhokseu mawe | Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, memerintahkan anggotanya untuk ikut menyelamatkan satu kapal yang dipenuhi warga negara asing (WNA). Diduga,  tersebut rusak sehingga terdampar di tengah laut kawasan Kabupaten Aceh Utara.

Terkait perintah ini, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto membenarkannya. Kata dia, sejak Selasa (23/6/2020) malam, pihaknya menerima informasi adanya kapal bermuatan WNA yang mengalami kerusakan dan terombang-ambing di tengah perairan laut Aceh.

Lalu, dia menerjunkan Kasat Pol Airud Iptu Saiful Bahri dan Kasat Intel Polres Lhokseumawe IPTU Rezki Kholiddiansyah, S.IK untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Sehingga sejak pagi tadi, pihak Polres Lhokseumawe berhasil menemukan kapal yang padat penumpang, terdampar di wilayah perairan Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Namun, karena lokasi penemuan kapal berada di wilayah Polres Aceh Utara, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan menunggu bantuan tim Gabungan TNI/polri serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menunggu upaya evakuasi para penumpang ke daratan.

Melalui Kapolsek Seunuddon Iptu M. Jamil, Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto  membenarkan adanya kapal berpenumpang asing terdampar karena mengalami kerusakan.

Katanya, sekira pukul 09.00 WIB, pihaknya menerima informasi dari Panglima Laot M. Hasa mengenai adanya Kapal Nelayan KM. 2017 .811 yang mengangkut WNA (warga negara asing).

Selanjutnya tim gabungan menuju ke lokasi dan mendapatkan Kapal KM. 2017.811 di lokasi tempat rusak Kapal pembawa KM. 1017.811 dari pantai Seunuddon LK : 4 mil. Selanjutnya, melakukan pengecekan dan menemukan 1 (satu) orang ABK WNI (warga negara Indonesia) dan 94 orang WNA (warga negara asing (Rohing).

Ternyata kapal KM. 2017 .811 merupakan milik koperasi yang di kelola Tgk Zulfikar alias Tgk Fikar mencoba menolong ABK itu.

Memang, sejak Senin (21/6/2020), sekira pukul 18.30. WIB. Bot KM Nelayan 2017 . 811 dan tiga orang ABK, yaitu Faisal  (40), nelayan Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Abdul Azis (40) nelayan Idi Rayeuk, Aceh Utara dan Raja (30), nelayan Desa Ulee Rubek Barat, Aceh Utara.  Melihat kapal barang dalam kondisi hampir tenggelam.

Selanjutnya ABK (atas nama Faisal) dan dua rekannya membantu mengevakuasi WNA (warga negara asing) yaitu, 15 pria, 49 wanita dan 30 orang anak -anak.

Namun ketika hendak dievakuasi ke Kuala Tanah Jambo Aye atau sekitar 4 mil dalam perjalanan menuju Kuala Tanah Jambo Aye, Kecamatn Seunuddon. Kapal Nelayan 2017 .811 mengalami rusak dari pesisir pantai Seunuddon atau lebih kurang 4 mil.

Akibatnya, mereka semua terombang -ambing di tengah laut sambil menunggu pertolongan datang. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan.***

Komentar

Loading...