Debt Collector Dinilai Nakal dan Arogan

Kapolres Lhokseumawe: Laporkan Polsek Terdekat!

Kapolres Lhokseumawe: Laporkan Polsek Terdekat!
Ilustrasi debt collector (sumber rock-cafe.info)

Lhokseumawe | Masyarakat Aceh umumnya dan Kota Lhokseumawe khususnya dihimbau waspada dengan keberadaan debt collector (penagih utang) nakal dan arogansi. Salah satu caranya adalah, meminta dan memastikan identitasnya, saat bertemu.

Nah, apabila masyarakat merasa tertekan dengan cara kerja paksa debt collector nakal dan arogansi tadi, diminta segera melapor pada pihak berwajib atau ke Polsek terdekat.

Himbauan ini disampaikan Kapolres Lhokseumawe  AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasubag Humas Salman Al Farasi, terkait keluhan warga menghadapi oknum penagih utang tersebut, Minggu, 8 Desember 2019 di Lhokseumawe.

Dikatakannya, informasi tersebut disampaikan kepada masyarakat, agar mewaspadai aksi debt collector nakal, yang melakukan penarikan kenderaan dengan menyalahi peraturan dan ketentuan.

“Jika ada warga yang didatangi debt colektor dan hendak melakukan penarikan kendaraan kredit, jangan ladeni. Namun, warga harus mempertanyakan dulu identitas debt collector itu, apakah seorang aparat kepolisian atau bukan petugas,” kata Salman.

Masih kata Salman, “Sebaiknya jika ada debt collector yang melakukan penarikan kendaraan langsung tanyakan identitasnya, apakah dia polisi dan bukan bukan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, warga juga perlu memastikan kartu sertifikasi profesi yang dikeluarkan APPI sebagai lembaga yang berhak mengeluarkan izin menagih.

Selain itu, dalam bertindak di lapangan seorang  petugas debt collector tidak boleh berbuat semana-mena dan arogan. Sehingga  dalam urusan penagihan utang harus ada surat kuasa penarikan dari finance bersangkutan.

Apabila oknum  debt colektor tidak mampu menunjukkan surat ijin sertifikat dalam bentuk tulisan dan tidak mengantongi kartu resmi. Maka warga dapat menolak oknum tersebut dengan  cara sopan agar tidak menimbulkan permusuhan.

“Harus ada sertifikat fidusianya dalam bentuk salinan. Jika empat hal ini tidak ada, silahkan ditolak debt collectornya dengan cara baik, sopan dan hindari permusuhan. Namun jika ngotot, maka segeralah laporkan secepatnya ke Polsek terdekat," himbau Kapolres.***

Komentar

Loading...