Terkait Pembubaran Massa Blokade Jalan Masuk PT Satya Agung

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto: Sudah Sesuai Prosedur

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto: Sudah Sesuai Prosedur
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto. (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Taufiq Hidayatullah Reporter Lhokseumawe/Aceh Utara

Lhokseumawe | Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan pembubaran aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara terpaksa dilakukan karena mengganggu pengguna jalan yang melintas dengan menghadang truk CPO milik PT Satya Agung di tengah jalan.

Baca: Sengketa Tanah, Masyarakat-Mahasiswa yang Blokade Jalan PT Setya Agung Dibubar Paksa Polisi

"Ini melanggar hukum karena bukan termasuk objek yang disengketakan. Atas dasar ini, Polisi bertindak tegas agar jalan kembali normal dan truk PT Satya Agung sampai ketempat tujuan, ini sudah sesuai dengan ketentuan, kita tidak membela sana sini," kata Kapolres Lhokseumawe, Jumat (19/11/2021).

AKBP Eko Hartanto juga menjelaskan, bahwa kejadian itu awalnya mereka mendirikan tenda di tengah jalan. "Kami sudah menyarankan dan memberikan opsi, inikan jalan umum. Kalau memang mau unjuk rasa silahkan, tapi jangan mengganggu kepentingan umum, ini melanggar hukum," ujarnya.

Baca: Imbas Pembubaran Paksa, Front Bate VIII Desak Kapolda Copot Kapolres Lhokseumawe

Dalam aksi itu lanjutnya, sempat terjadi penghadangan terhadap truk PT Satya Agung. Bahkan, Kepolisian pun sudah berusaha untuk selesaikan masalah ini dengan pihak terkait apa yang jadi tuntutan masyarakat.

"Kita tidak serta merta membubarkan namun ada tahapan yang sudah dilalui dengan sangat humanis dan sesuai ketentuan. Saya berharap permasalahan ini segera selesai, semua stakeholder sudah bekerja," jelas Kapolres Lhokseumawe.

Kapolres juga meminta kepada mahasiswa dan masyarakat bersabar dan menahan diri, jangan sampai terjadi pelanggaran hukum selanjutnya. Pihak Kepolisian tetap akan bertindak tegas terhadap perbuatan yang mengganggu ketertiban dan kepentingan umum.***

Komentar

Loading...