Terkait Penetapan Status Tersangka

Kapolda Aceh Digugat Praperadilan

Kapolda Aceh Digugat Praperadilan
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Tim Advokat Hadi Simbolon dan Rekan mengajukan permohonan Praperadilan terhadap Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Kapolda Aceh Inspektur Jenderal (Pol) Rio Septianda S Djambak, serta tim penyidik Dirkrimum Polda Aceh ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Permohonan perkara Nomor 1/PJ/2018 PN Tanggal 9 Mei 2018, diajukan terkait penetapan status tersangka Elfina, ST, M. Eng (46), warga Gampong (desa) Ie Masen Kayee Adang, Syiah Kuala, Banda Aceh, yang disangka sebagai pelaku kekerasan dalam rumah tangga.

"Klien kami dilaporkan mantan suaminya berinisila T (43) ke Polda Aceh. Lalu, tanpa melakukan pemeriksaan, penyidik Dirkrimum Polda Aceh langsung menetapkan status tersangka,” kata kuasa hukum Elfina, Hj. Herni Hidayati, SH, saat ditemui di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (9/5/2018).

Menurut Herni, kliennya merasa ada sesuatu yang tidak lazim dilakukan penyidik Dirkrimum Polda Aceh dalam proses pemeriksaan secara pidana, saat proses itu berjalan, pelapor memberi laporan dan memberi keterangan yang tidak sebenarnya.

Misal, memberikan alamat yang tidak  sesuai KTP kliennya, di Gampong Ie Masen, Kaye Adang, sehingga polisi memangggil kliennya pada alamat yang berbeda.

“Berkali-kali dipanggil, pertama, kedua, akhirnya pada panggilan ketiga itu langsung dinaikkan menjadi tersangka, tidak pernah beliau (Elfina) diperiksa sebagai saksi terlapor sehingga beliau tidak ada punya hak untuk membela diri, atau menghadirkan bukti pembelaan dirinya,” ungkap Herni.

Seharusnya, menurut Herni, jika seseorang dengan status saksi tidak datang dalam tiga panggilan, maka penyidik tidak boleh menetapkan stustus tersangka dengan alasan tidak kooperatis.

Penyidik bisa menjemput paksa terlebih dahulu untuk diperiksa. “Apalagi, ini penyidik mengirim surat panggilan pada alamat yang salah,” ujarnya.

Herni mengharapkan, Hakim Pengadilan Banda Aceh mengabulkan permohonan praperadilan untuk seluruhnya, menyatakan status tersangka kliennya batal demi hukum dan tidak sah. Semoga, hakim juga memerintahkan penyidik menghentikan penyidikan terhadap pemohon berdasarkan laporan polisi nomor 96/VIII/2017 SKPT Polda Aceh Tertanggal 25 Agustus 2017.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munawar mengaku akan mengikuti proses praperadilan tersebut,” kita ikuti saja proses jalannya praperadilannya,” ujar Misbahul pada media ini melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/5/18).***

 

Komentar

Loading...