18 Tahun Perjalanan Tabloid MODUS ACEH 

“Kami Boleh Kalah, Tapi Tak Akan Pernah Takluk”

“Kami Boleh Kalah, Tapi Tak Akan Pernah Takluk”
Foto: antaranews.com
Penulis
Rubrik

HARI ini, tanggal 16 April 2021, Tabloid Berita MODUS ACEH genap berusia 18 tahun. Semua itu bermula dari Rabu, 16 April 2003. Saat itulah hari perdana Tabloid Berita Minggu MODUS ACEH terbit, menemui pembacanya, rakyat Aceh, Bumi Serambi Mekah.

Seiring berjalannya waktu dan menjadi media cetak lokal di Aceh, beberapa kali MODUS ACEH mengalami teror dari pihak tak dikenal. Termasuk seorang anak muda (yang katanya kurang waras), untuk merusak kantor redaksi media ini. Itu terjadi pada Selasa, 11 September 2018 malam.

Sebelumnya, terjadi pengranatan sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu, 6 September 2013. Disusul Sabtu, 30 Juni 2018, sekira pukul 05.00 WIB

Tapi, pendiri Tabloid Berita MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh tak berpangku tangan dan terus mendesak jajaran Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh, untuk mengungkap kasus ini secara terang menderang.

Sayangnya, berdalih untuk menjaga keseimbangan antar institusi, hingga kini kasus itu pun tersimpan rapi dalam kotak pandora aparat penegak hukum tersebut.

Kapolresta Banda Aceh dan Kapolda Aceh boleh saja berganti, tapi soal kemajuan penyelidikan dan penyidikan dua kasus yang amat sangat menakutkan itu, hingga kini tak ada kabar dan berita lagi. “Inilah bentuk kekerasan terhadap pelanggaran atas kebebasan pers”! 

Peristiwa pengranatan dan pengerusakan itu masih terekam baik pula dalam ingatan Pemimpin Redaksi MODUS ACEH, Muhammad Saleh. Saat peristiwa tadi terjadi, dia baru saja lepas kerja di kantor dan kembali ke rumah.

Antara sedih, marah, kecewa tapi juga bersyukur. Sedih karena peristiwa tersebut berulangkali terjadi. Marah, karena si pelaku bersikap “banci” alias tak berani menunjukkan jati dirinya secara jantan. 

Sementara kecewa, karena hingga kini aparat kepolisian memang terkesan abai untuk mengusut. Itu sebabnya, “kami boleh kalah, tapi tak akan pernah takluk” dengan penguasa dan kekuasaan yang zalim dan tak beradab!

Penggeranatan Kantor Tabloid Berita MODUS ACEH di Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kota Banda Aceh, Sabtu, 6 September 2013. (Foto: Dok. MODUS ACEH)

Dan bersyukur, dari berbagai rangkaian peristiwa atau kejadian tersebut, tak satu pun menyentuh pisik karyawan maupun pimpinan media ini. Itulah kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

Usai peristiwa tadi, berbagai kecaman terhadap pelaku mengalir deras, sebaliknya rasa simpati dan empati juga muncul.  Intinya, berbagai perbuatan biadab tersebut, tidak hanya menciderai profesi jurnalis, tapi juga demokrasi. 

Memang, tak ada asap jika tidak ada api. Sadar atau tidak, semua perbuatan kekerasan itu kami terima, tak lepas dari sikap kritis media ini dalam mengawal kekuasaan dan penguasa di Aceh.

Tabloid MODUS ACEH, menjadikan independensi sebagai roh dalam pemberitaan sehingga memposisikan dirinya sebagai media cetak lokal yang tepercaya di Aceh sejak terbit pertama kali dalam format 16 halaman pada 2003 silam.

Tak hanya itu, MODUS ACEH  juga selalu menjadi media garda depan yang identik dengan mengkritik terhadap kekuasaan. Maklum saja, ini merupakan salah satu tugas media untuk mengawal pemerintahan, siapa pun yang berkuasa.

Karena itulah, MODUS ACEH selalu menjaga jarak dengan kekuasaan dan penguasa. Semua itu bertujuan untuk menegakkan idealismenya dengan tetap berpijak pada prinsip; Bijak Tanpa Memihak!

Foto: Dok.MODUSACEH.CO

Memang, berbagai edisi demi edisi, selalu membuat para penguasa di Aceh tak nyenyak tidur. Ini disebabkan, karena laporan mendalam MODUS ACEH. Mulai dari dugaan praktik korupsi hingga perselingkuhan maupun pelanggaran hukum lainnya.

Saat itu, Laporan Utama MODUS ACEH memuat soal hubungan asmara (pribadi) antara Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan model asal Jakarta, Fenny Steffy Burase, yang berakhir dengan pernikahan.

Sebelumnya, media ini juga mewartakan adanya dugaan pat gulipat lelang proyek dermaga CT-3 BPKS di Balohan Sabang, yang kemudian menarik minat KPK untuk mengusutnya.

Hasilnya, mantan Kepala BPKS Sabang Ruslan Abdul Gani dan Rahmadhani Ismi, seorang stafnya terpaksa menginap di hotel prodeo karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Hanya itu? Tunggu dulu. Tabloid MODUS ACEH juga dituding sebagai media nyinyir terkait dengan pemberitaannya. Tapi sekali lagi, berbagai tudingan tersebut, tak membuat kami mundur, selama apa yang kami wartakan telah memenuhi kaidah jurnalistik serta terpenuhi fakta dan data.

Semua itu kami uji dengan tahapan validasi, akurasi, verifikasi dan konfirmasi yang cermat kepada narasumber tepercaya.

Itu sebabnya, tidak memihak dan menjaga jarak menjadi value yang tetap dipegang teguh para wartawan dan jajaran redaksi MODUS ACEH, bahkan yang junior sekalipun.

Terima kasih pembaca, terima kasih rakyat Aceh atas kepercayaanya selama 18 tahun berjalan. 

Bantu kami untuk tetap teguh menyuarakan informasi yang benar dan profesional. Bantu kami agar tetap independen dan berada pada kredo jurnalistik jalan tengah di Aceh. Sebab, tanpa Anda semua, kami bukanlah apa-apa! Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1442 Hijriah.***

Komentar

Loading...