Terkait Pemberhentian Tjut Agam dari Ketua MAA Aceh Barat

Kamaruddin Harap Bupati Tidak Buat Keresahan di Masyarakat

Kamaruddin Harap Bupati Tidak Buat Keresahan di Masyarakat
Kamaruddin. Foto Dok MODUS ACEH
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Kamaruddin berharap. Bupati Aceh Barat Ramli MS tidak membuat keresahan di masyarakat, terkait pemberhentian Tjut Agam dari Ketua MAA setempat.

Itu disampaikan Kamaruddin, usai menerima berkas pemberhentian Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat Tjut Agam, di Ruang Komisi IV, Rabu kemarin.

Kata Kamaruddin, pihaknya akan menyikapi dan mempelajari persoalan pemberhentian Tjut Agam dari Ketua MAA yang diduga tidak sesuai ketentuan. “Kita menyikapi dan mempelajari apakah telah sesuai ketentuan atau tidak,” tegas Kamaruddin.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengatakan, sosok Tjut Agam dengan latar belakang TNI-AD,  termasuk salah satu tokoh di Aceh Barat. Bahkan lanjut Kamaruddin, bagi Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Tjut Agam adalah panutan.

Karena itu, jika benar pemberhentian Tjut Agam dari MAA Kabupaten Aceh Barat dengan dugaan kebijakan semena-mena, maka tegas Kamaruddin, itu tidak etis. “Memang kalau diperlakukan tidak baik dan semena-mena tidak etislah. Sesuai adat dan kearifan lokal kita di Aceh, janganlah seperti itulah,” sebut Kamaruddin.

Karena itu, Kamaruddin mengaku telah membaca berkas Tjut Agam secara  sekilas dan memang ada dugaan kejanggalan. Menurut Kamaruddin, jika Tjut Agam dalam kondisi sakit untuk diberhentikan dari MAA, maka untuk menggantikan posisi Tjut Agam sebagai Ketua MAA harusnya dari Wakil Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat.

“Kalau kita lihat sepintas dari dokumen yang diberikan, ini semua terjadi dugaan rekayasa untuk mengusir beliau. Apalagi diganti orang lain tidak ada Musdalub, itu salah,” sebut Kamaruddin.

Bahkan kritik Kamaruddin, jika dilakukan Musdalub di MAA Aceh Barat, maka hadir MAA Provinsi Aceh. Tetapi dari dokumen yang masuk tidak ada tanda tangan MAA Provinsi Aceh.

Itulah alasannya, sehingga Kamaruddin menyarankan agar Bupati Aceh Barat jangan membuat keputusan-keputusan yang meresah masyarakat.

Sebab, sebelum persoalan Tjut Agam yang diberhentikan dari Ketua MAA karena mosi tidak percaya, juga ada persoalan pemberhentian Keuchik dan penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sesuai kafasitas.

“Maka harapan saya pada Bapak Bupati, janganlah selalu membuat keresahan di masyarakat,” harap Kamaruddin, Rabu siang di Meulaboh.*** 

Komentar

Loading...