Breaking News

Kalapas Meulaboh Berharap Wartawan Aceh Barat Ada Organisasi Resmi

Kalapas Meulaboh Berharap Wartawan Aceh Barat Ada Organisasi Resmi
Kalapas Meulaboh/Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh Sapto Winarno mengikuti secara tuntas peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan wartawan Aceh Barat, di sekretariat bersama (Sekber) Jurnalis Aceh Barat, Lr. Kuini, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Jumat (09/02/2018).

Kegiatan itu dinilai sukses oleh Sapto Winarno. Namun, ia berharap wartawan Aceh Barat sebaiknya membentuk wadah resmi. Seperti organisasi wartawan, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Untuk perkumpulan dan persatuan media di Aceh Barat, sudah bagus sekali. Cuma wadahnya belum terakomodir secara bagus. Salah satunya terbentuknya organisasi yang resmi, berkaitan dari pusat, apakah  PWI atau organisasi wartawan resmi lain,” kata Kalapas Meulaboh, Sapto Winarno, di LP Meulaboh, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, usai menjelaskan terkait tanah Lapas Meulaboh yang kini dipakai PT. Mifa Bersaudara, Rabu (14/02/2018).

Menurut Sapto Winarno yang pernah menggeluti dunia pers itu, terbentuknya organisasi resmi wartawan sangat penting. Karena fungsi media itu sendiri adalah corong untuk menginformasikan pembangunan, keberhasilan yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk masalah-masalah diluar pantuan pimpinan dan itu bisa disampaikan oleh media.

“Jadi sudah seharusnya pemerintah daerah mendukung keberadaan satu organisasi yang resmi sebagai induk. Kedua tentu mendukung sarana dan prasarananya seperti kantor sekretariat,” kata Sapto Winarno.

Ia juga mengatakan, kehadiran organisasi resmi tempat perkumpulan wartawan, itu sangat ia harapkan. “Sangat berharap wadah yang resmi sebagai induk dari media, sehingga ketika ada sesuatu hal, misalnya ada permasalahan antara media dengan pihak lain, baik itu masyarakat atau lembaga instansi, ada organisasi bisa koordinasi, akan lebih tearah lagi,” ujarnya.***

Komentar

Loading...