Pasca Tersiar "Kamar Mewah" Bos Narkoba

Kalapas Lhokseumawe Mengaku Ruang Bimker Dihuni Napi Karena Over Kapasitas

Kalapas Lhokseumawe Mengaku Ruang Bimker Dihuni Napi Karena Over Kapasitas
Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe yang menggelar konfrensi pers. Foto: Din Pasee/MODUSACEH.CO

Lhokseumawe | Pasca heboh dan terkuaknya dugaan kasus "kamar mewah" bos narkoba di Kalapas Lhokseumawe. Kalapas setempat Nawawi mengakui jika ruang bimbingan kerja (Bimker), difungsikan sebagai sel narapidana. Alasannya, karena faktor over kapasitas yang kian meningkat.

Hal itu diungkapkan Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, Senin, saat menggelar konfrensi pers di Ruang Vicon Lantai Dua Lapas Lhokseumawe.

Dia beralasan, temu pers tadi bertujuan untuk mempererat silahturahmi dengan wartawan dan keterbukaan informasi publik. Padahal sebelumnya, Nawawi relatif sulit dan tertutup dengan insan pers. Kecuali untuk beberapa media saja.

Meski begitu, dia tetap membantah soal keberadaan "kamar mewah" yang dihuni napi berkantong tebal. Namun pihaknya membenarkan pernah menjadikan ruang Bimker yang disulap menjadi ruang tahanan baru.

Kata dia, itu dilakukan karena kondisi over kapasitas dan jumlah napi sudah membludak serta tidak mampu menampung dengan layak.

Sehingga pihaknya mengambil sikap menjadikan ruang Bimker sebagai sel baru yang dibangun dengan cara di sekat-sekat menjadi beberapa kamar.

Pada setiap ruangan itu dihuni napi yang umumnya berstatus atau terlibat kasus narkoba.

Nawi menyebut, bila melihat rekaman video yang beredar tentang keberadaan "kamar mewah", ternyata tidak ada kemewahan seperti yang dituding nara sumber media massa.

Karena dalam video itu tampak barang-barang yang digunakan napi masih katagori wajar dan tidak berlebihan.

Diantara TV, Dispencer, kipas angin, handphone,dan barang elektronik lainnya, tidak tergolong sebagai benda mewah dan masih bisa dimanfaatkan para napi.

Konon lagi TV dan dispencer merupakan aat penting hasil bantuan Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya untuk setiap ruangan napi.

“Maka saya membantah dan tidak benar ada kamar mewah seperti yang yang dtuding media massa. Sebelumnya memang ada kita gunakan ruang Bimker lantaran kondisi penjara masih over kapasitas,” tuturnya.

Nawi menjelaskan, karena telah menjadi polemik di media dan menimbulkan asumsi negatif ditengah publik, maka akhirnya ruang Bimker tersebut telah dibongkar dan dikosongkan serta mengembalikan para napi untuk menjadi penghuni sel biasa.

Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe yang menggelar konfrensi pers. Foto: Din Pasee/MODUSACEH.CO

Disamping itu, Nawawi juga membantah adanya isu miring tentang maraknya peredaran narkoba dalam penjara yang diduga melibatkan oknum petugas dengan meraup keuntungan besar untuk kepentingan pribadi.

Nawawi menegaskan, bisnis narkoba dalam penjara tidak mungkin terjadi dibawah pengawasannya yang sangat ketat dan telah ada kerjasama antara Lapas Lhokseumawe dengan Polda Aceh khususnya Polres Lhokseumawe.

Ini dibuktikan dengan sikap kooperatifnya pihak Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe, menyerahkan napi berinisial MA sebagai tersangka pengendali narkoba jenis sabu seberat 355 kilogram di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen kepada pihak Polda Aceh.

Nawawi juga berjanji untuk memperkuat silahturahmi dan demi keterbukaan informasi publik, maka akan mengundang pertemuan dengan pers secara rutin tiga bulan sekali.

Sehingga pihaknya dapat menjaring berbagai informasi penting dari wartawan untuk melakukan perubahan lebih baik dalam lingkungan penjara dan memperbaiki segala kekurangan yang ada.

Pada kesempatan itu, mewakili insan pers, ada empat wartawan yang diizinkan untuk masuk dan berkeliling ke dalam lingkungan penjara guna melihat langsung kondisi napi dan ruang penjara.

Namun ketika memasuki ruang Bimker yang sebelumnya menjadi "kamar mewah" yang kini kondisinya sudah dikosongkan tanpa ada penghuni. Ironisnya ruangan Bimker itu terkesan baru saja dibongkar atau dikosongkan.

Kondisi ini ditandai dari dinding yang sebelumnya berwarna putih, kini sudah berubah menjadi warna Pink. Bahkan terlihat cat masih segar dan basah atau belum sepenuhnya mengering.***

Komentar

Loading...