Terkait Penangkapan Oknum Sipir LP Langsa dan Istri

Kakanwil Kemenkumham Aceh: Ds Pernah Positif Sabu Tahun 2018

Kakanwil Kemenkumham Aceh: Ds Pernah Positif Sabu Tahun 2018

Banda Aceh | Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Lilik Sujandi saat jumpa pers, Senin, 14 Oktober 2019, mengaku kecewa terhadap kasus penangkapan oknum sipir Lapas (LP) Kelas IIB Langsa berinisial Ds (36). 

Maklum, dia diduga terlibat jaringan narkotika asal Malaysia. Dari tersangka Ds dan istrinya, NM, diamankan sabu 20 kilogram.

Sebab itu, DS, akan diberhentikan sementara dari tugasnya sebagai sipir Lapas (LP) Kelas IIB Langsa untuk menjalani proses hukum di pengadilan.

“Sudah pasti yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan tugasnya nanti, dan saat mendapatkan putusan indkrah hakim baru kita lakukan pemecatan,” ungkapnya.

Menurut catatan Kemenkumhan Aceh, Ds dari tahun 2017 sudah menjadi anggota sipil di Kemenkumham. Tahun 2018 dilakukan tes urin dan dinyatakan positif mengunakan sabu.

Saat itu, Ds menjalani pembinaan dan dinyatakan pulih. “Ketika membaik kita tempatkan ke Lapas Idi dan kemudian pindah ke Lapas Kelas IIB Langsa. Yang bersangkutan sudah berubah, tapi kejadian ini dia berada di luar Lapas sehingga kami tidak cukup waktu untuk memeriksa satu persatu,” bebernya.

Dari kasus tersebut, pihak Kemenkumham Aceh akan mengambil langkah secara terbuka bagi penyidik dan juga Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Perlu pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut pada petugas atau narapidana yang terlibat, kami terbuka untuk membantu, tegasnya.

Saat ini Kemenkumham Aceh belum mendapat informasi terkait adanya keterlibatan pihak ketiga dalam penyelupan sabu itu.

“Terkait pegawai tersebut, belum mendapatkan info bahwa keberadaan barang bukti dan barang terkait dengan orang lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Lilik megungkapkan, napi kasus narkoba di Rumah Tahanan (Rutan) Aceh sudah mencapai 70 samapai 80 persen, diantaranya pemakai, bandar dan kurir. “Kondisi di dalam sangat rentan, apalagi bandar dan kurir sebagai pemasok,” jelasnya.

Sebelumnya, penangkapan Ds oknum sipir Lapas (LP) Kelas IIB Langsa berawal dari informasi ada pengiriman narkotika asal Malaysia melalui perairan Aceh Timur dengan menggunakan boat.

Selanjutnya tim BNN melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamakan Ds di Kota Langsa, Senin, 7 Oktober 2019, sekitar pukul 12.37 WIB.

Dari pengakuan tersangka Ds, ada barang narkotika jenis sabu disimpan di rumahnya Dusun Petua Amin, Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Tim BNN langsung melakukan pengepungan rumah tersangka dan berhasil diamankan seorang perempuan NM (31), istri tersangka Ds.***

Komentar

Loading...