Terkait Tiga Napi Sabang Kabur

Kakanwil Kemenkumham Aceh: Ada Keterbatasan, Petugas Cuma Dua Orang 

Kakanwil Kemenkumham Aceh: Ada Keterbatasan, Petugas Cuma Dua Orang 
Lilik Sujandi

Banda Aceh | Kasus narapidana kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) kembali terjadi. Kini, giliran Rutan Kelas II B Kota Sabang, Provinsi Aceh. Ada tiga napi kabur, Minggu, 13 Oktober 2019 sekitar pukul 12.35 WIB.

Mereka berhasil keluar dari Rutan setelah memukul sipir yang bertugas saat itu.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Lilik Sujandi dikonfirmasi mengenai kasus tersebut mengatakan. Munculnya aksi ini tak lepas dari kondisi Rutan di sana. Bayangkan, di Rutan Kelas II B Kota Sabang hanya memiliki dua orang petugas.

“Saat kejadian hanya ada dua orang petugas dan terjadi pada hari Minggu. Di situ ada aspek petugas yang lebih terbatas lagi,” kata Lilik di kantornya, saat jumpa pers, Senin, 14 Oktober 2019 . 

“Mereka melawan petugas.  Kedepan, kami akan lebih menguatkan lagi pengamanan untuk dapat melakukan tugas dengan lebih baik lagi,” janji Kakanwil itu.  

Dia menjelaskan, dua petugas diserang karena sedang berada di pintu utama. “Rutan Sabang sangat kecil, pintu langsung berhadapan ke depan. Tidak ada penghalang  selain pintu utama,” ungkapnya. 

Dari informasi yang didapat, tiga napi yang kabur dijemput mengunakan mobil. “Benar, untuk itu kami akan meminta penyelidikan lebih lanjut kepada polisi. Mana kala ada unsur keterlibatan dan kesengajaan,  kita akan tindak tegas kepada aparat kami yang terlibat,” kata Lilik. 

Nah, dalam kasus ini beredar kabar seorang diantara napi itu, mengelabui petugas dengan dalih mengantongi surat izin keluar untuk menjenguk saudara yang meninggal dunia.

“Belum kita dapatkan informasi itu, yang kita tahu, mereka mengeroyok petugas,” jelasnya mengakhiri.  

Adapun, ketiga napi yang kabur itu adalah Ilham alias Tekwan (39), T. Rustam (38), keduanyatahanan kasus narkotika. Lalu Hardiansyah (22), tahanan kasus pencabulan anak di bawah umur.***

Komentar

Loading...