Breaking News

Kakanwil Kemenag Aceh Bicara Tentang Masjid Muhammdiyah dengan Bupati Bireuen

Kakanwil Kemenag Aceh Bicara Tentang Masjid Muhammdiyah dengan Bupati Bireuen
Penulis
Rubrik

Bireuen | Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos mengaku masih mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) yang belum terselesaikan sejak dirinya dilantik. PR tersebut, kata mantan pengusaha jasa kontruksi itu tentang pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sanggoe, Samalanga, Bireuen, yang terjadi penolakan oleh warga di kecamatan itu.

Bupati Bireuen Saifannur mengatakan, pembangunan masjid itu masih ada permasalahan. Untuk itu dia meminta agar panitia pembangun masjid tersebut menunda dulu sebelum masalah tuntas.

“Empat belas hari setelah dilantik, langsung ada PR buat saya permasalahan masjid di Sanggoe katanya, Kamis 5 Juli 2018, di ruang kerjanya Pendopo Bupati, usai menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh bersama jajarannya.

Kehadiran Daud Pakeh untuk menyamakan persepsi penyelesaian masalah pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah. ”Orang itu ke sini tujuannya ingin menyamakan sikap dengan Bupati Bireuen. Agar adanya musyawarah. Baru setelah itu dibangun kembali masjid, itu tujuan meraka ke sini,” ungkapnya.

Persoalan ini lanjut Saifannur, karena  Pengurus Pusat Muhammadiyah Pusat juga mengeluarkan teguran.

”Kita juga capek dalam masalah ini, dari Jakarta, Muhammadiyah Pusat menegur kita,” ujarnya. Karena itu, dia akan mengambil sikap yang terbaik.

“Kita ambil yang terbaik dari orang ramai, jangan ribut lagi, berbaik-baiklah antara keduanya. Ada rekonsiliasi kedua belah pihak,” katanya lagi.

Bupati juga akan menemui kedua pihak yang bertikai itu. ”Kita menjemput bola, mendatangi mereka untuk mempertemukan keduanya dan mencari jalan keluar yang terbaik,” sebutnya.

Dia juga menghimbau kedua pihak agar jangan terprovokasi dengan orang ketiga. ”Jangan terpancing dengan isu fitnah-fitnah. Kita ingin baik-baik saja," ungkapnya.

Sekedar diketahui tiang Masjid Muhammadiyah di Desa Sangsoe pernah dibakar massa dan sikap penolakan itu juga masih ada.***

Komentar

Loading...