Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terkait Rencana Aksi Demo Pedagang

Kadisperindagkop Lhokseumawe Bantah Tudingan Rampas dan Jual Kios Pasar

Kadisperindagkop Lhokseumawe Bantah Tudingan Rampas dan Jual Kios Pasar
Kadisperindagkop Lhokseumawe, Ramli. Foto: AJNN.Net

Lhokseumawe | Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe Ramli, membantah tudingan pedagang bahwa pihaknya  telah merampas dan menjual kios Pasar Inpres Jalan Listrik Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Alasannya, karena kios itu bukan milik pribadinya.

Bantahan itu disampaikan ketika di konfirmasi awak media pers di satu Cafe, Jalan Merdeka setempat, Senin, 1 Maret 2021.

Sebelumnya sempat muncul aksi protes dari pedagang yang mengaku kiosnya dirampas dan dijual ke orang lain oleh pihak Disperindagkop Kota Lhokseumawe.

Ramli mengaku, dirinya siap menghadapi aksi demo para pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik dan akan menjawab semua pertanyaan dan keluhan yang dirasakan pedagang.

Ramli menduga, ada pihak yang memprovokasi pedagang hingga melakukan aksi demo yang memprotes pihak pemerintah dan terkesan menjadikan kios dan lapak usaha di pasar sebagai objek bisnis dengan harga mahal.

Padahal semua bangunan dalam pasar merupakan aset pemerintah dan bukan milik pribadi. Maka,  tidak mungkin semudah itu mengalihkan atau menjual kepada orang lain.

Alasan lain, karena pihaknya selaku pengelola pasar tetap membagikan tempat usaha khusus untuk warga yang berdagang dan bukan untuk pihak ketiga yang memanfaatkan kembali dengan cara menyewakan kepada orang lain atau dari tangan ke tangan.

“Kata siapa kita merampas dan menjual kios pasar. Karena semua bangunan dalam pasar itu adalah aset milik pemerintah, bukan milik pribadi. Semuanya kita bagi hanya untuk warga yang ingin berdagang dalam pasar,” katanya.

Bahkan dalam pembagian tempat usaha, juga tidak dilakukan pungutan biaya apa pun, kecuali hanya membayar uang retribusi harian atau bulanan untuk menambah PAD.

Sehingga Ramli membantah semua tudingan miring yang dilontarkan pedagang pasar. Termasuk tuduhan bahwa Disperindagkop telah menjual kios dengan harga tinggi.

Ramli mengaku hal yang terjadi di Pasar Inpres Jalan Listrik juga hampir serupa dengan kejadian di Pasar Buah Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, karena selalu ada provokator dan bukan pedagang.

"Apabila benar ada bisnis jual beli kios dan tempat usaha dalam pasar, maka silahkan tunjukkan bukti-buktinya dengan kwitansi atau surat ijab kabulnya," tantang Ramli.

Ramli menjelaskan, terkait lokasi pasar kebakaran yang sedang dibangun, bila nanti rampung dan sudah bisa difungsikan, tentu akan dibagi kepada warga yang benar-benar bertujuan untuk berdagang dan membuka sebuah usaha.

Di sisi lain, Ramli menerangkan pasca terjadi kebakaran pada sebagian tempat dalam Pasar Inpres Jalan Listrik, membuat hasil retribusi pasar semakin menurun drastis.

Bila sebelum kebakaran hasil retribusi bisa mencapai Rp20 juta lebih per bulan, kini atau pasca kebakaran justru menurun menjadi Rp13 juta lebih.

Ramli juga menegaskan, untuk mempermudah urusan administrasi dan birokrasi,  pihak Disperindagkop telah membuka kantor di lantai Dua Gedung Puja Sera Pasar Inpres.

Sehingga para pedagang tidak perlu lagi menguras energi dan membuang waktu untuk mendatangi Kantor Disperindagkop di Gampomg Uteunkot Cunda, Kecamatan Muara Dua.

Demikian juga bila ada keluhan, saran atau masukan para pedagang, tidak perlu melakukan aksi demo, karena dapat langsung berkonsultasi dengan petugas yang sudah membuka kantor dalam pasar.

Sementara itu, Ketua Koperasi Syuhada Pasar Inpres Hamdani menyatakan, pihaknya tetap akan melancarkan aksi demo ke Kantor Wali Kota dan Gedung DPRK Lhokseumawe.

Alasannya, mereka sudah melayangkan surat resmi pemberitahuan aksi kepada Polsek Banda Sakti dan Polres Lhokseumawe.

Dikabarkan, ada ratusan pedagang yang ikut bersama dalam aksi, Selasa besok. Mereka berdelegasi untuk menuntut keadilan.***

Komentar

Loading...