Breaking News

Nyaris Rusak dan Tidak Terawat

Kadisbudpar Aceh Jamaluddin: Gedung Tgk. Chik Ditiro Akan Dikelola PT. PEMA

Kadisbudpar Aceh Jamaluddin: Gedung Tgk. Chik Ditiro Akan Dikelola PT. PEMA

Banda Aceh | Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak menyebut. Belum berfungsionalnya Gedung Tgk. Chik Ditiro atau yang juga dikenal Gedung Sosial, karena sedang menunggu proses pengelolaan pada pihak ketiga.

Ia mengatakan, gedung tersebut akan dikelola PT. Pembangunan Aceh (PEMA) milik Pemerintah Aceh.

Jamal menyampaikan, Disbudpar Provinsi Aceh telah menerima surat permintaan pengelolaan Gedung Tgk. Chik Ditiro dari PT. PEMA. Bahkan, sebelum adanya wabah virus corona (Covid-19), pihaknya bersama Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), dan Inspektorat Aceh sudah pernah mengadakan rapat membahas tentang pengelolaan gedung tersebut.

“Surat dari PT. PEMA sudah kita terima, mereka minta untuk mengelola gedung itu, dan sekarang sedang proses kerjasama dengan pihak PT. PEMA,” kata Jamaluddin saat dihubungi wartawan MODUSACEH.CO, Senin.

Ia juga menyebut, Disbudpar Aceh telah menyiapkan draft dokumen kerjasama dengan PT. PEMA. Kata Jamal, pihaknya juga sudah sering mengadakan rapat pembahasan kerjasama dengan PT. PEMA yang ikut dikoordinir Biro Ekonomi Pemerintah Aceh.

“Tadi pagi saya sudah menyiapkan draft kerjasamanya, dan sudah kita sampaikan ke Pak Sekda di Kantor Gubernur, jadi sekarang sedang kita tunggu proses agar dapat segera dikelola pihak ketiga,” sebut Jamal.

Menurut Jamal, pada prinsipnya Disbudpar Aceh menyetujui jika Gedung Tgk. Chik Ditiro dikelola pihak ketiga. Selain menghemat uang Pemerintah Aceh, dari hasil pengelolaan itu akan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pada prinsipnya kita sependapat kalau ada pihak ketiga yang ingin mengelolakan lebih bagus, ini dapat menghemat uang daerah, dan dapat menghasilkan PAD,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak. Sumber foto: Disbudpar Aceh.

Ditanyai soal wacana sebelumnya Rumah Sakit (RS) Pertamedika meminta mengelola gedung Tgk. Chik Ditiro. Jamal menegaskan, pihak RS Pertamedika tidak pernah meminta untuk mengelola gedung tersebut.

Kata Jamal, pihak Pertamedika hanya meminta akses keluar-masuk dari Gedung Tgk. Chik Ditiro.

“Bukan diminta kelola, mereka minta jalan menuju ke rumah sakit. Pada prinsipnya atas nama kemanusiaan kita juga tidak keberatan, dan telah kita setujui. Kita pertimbangkan unsur kemanusiaan itu, yang mungkin kalau ada pasien harus putar jauh, dia minta agar bisa lewat gedung itu,” ungkapnya.

Jamal mengatakan, Disbudpar Aceh menyetujui permintaan akses jalan melalui Gedung Tgk. Chik Ditiro menuju RS Pertamedika. Namun demikian, hingga saat ini hal tersebut belum terlaksana.

“Kita sudah setujui tapi belum operasional juga. Pada prinsipnya kita setujui akses jalan keluar masuk lewat gedung itu demi kemanusiaan, tapi sampai sekarang juga belum digunakan,” kata Jamal.

Sebelumnya, Sabtu, 6 Juni 2020, wartawan MODUSACEH.CO telah menyambangi Gedung Tgk. Chik Ditiro yang terletak di Jalan Tgk. Chik Ditiro, Kota Banda Aceh. Terlihat, gedung tersebut nyaris rusak dan tidak terawat.

Padahal, puluhan miliar anggaran dikucurkan Pemerintah Aceh sejak 2015 hingga 2018. Kualitas pekerjaan pun terlihat asal jadi.

Suburhan, Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Provinsi Aceh, selaku KPA pada pekerjaan konstruksi lanjutan revitalisasi Gedung Tgk. Chik Ditiro (APBA 2018) menyebut. Tidak berfungsionalnya Gedung Tgk. Chik Ditiro, karena pekerjaannya belum siap.

Menurut Suburhan, tahun 2019, Disbudpar Aceh telah mengalokasikan anggaran untuk tahap akhir lanjutan pekerjaan konstruksi gedung ini.

Namun, menjelang pelaksanaan tender, ada permintaan dari Rumah Sakit Pertamedika, agar gedung ini dikelola mereka. Bahkan, pihak RS Pertamedika juga meminta aksesnya dapat tembus ke rumah sakit.

“Tahun 2019 ada lanjutan lagi, tapi tiba-tiba ada permintaan dari RS Pertamedika. Mereka mengatakan, kalau ada bagian-bagian yang belum selesai, akan diselesaikan,” kata Suburhan saat dihubungi wartawan MODUSACEH.CO, Sabtu di Banda Aceh.

Sementara itu, Aprilizar, PPTK pada pekerjaan konstruksi lanjutan revitalisasi Gedung Tgk. Chik Ditiro (APBA 2018), dibawah Satker Disbudpar Aceh menjelaskan. Direncanakan tahun 2019, pekerjaan konstruksi Gedung Tgk. Chik Ditiro sudah selesai semuanya. Sehingga, pada tahun 2020 diharapkan sudah bisa dibuka untuk umum.

Itu sebabnya kata Aprilizar, jika 2019 jadi dilanjutkan pekerjaan tersebut, maka hanya tinggal finishing (penyelesaian akhir) saja. Karena pekerjaan itu dikerjakan secara bertahap. “Cuma tinggal finishing saja seperti konstruksi dan pengadaan lainnya,” sebut dia.***

Komentar

Loading...