Breaking News

Pawai Karnaval Budaya Bireuen Dinilai Tidak Sesuai Tema

Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen: Karena Guru Kurang Kreasi!

Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen: Karena Guru Kurang Kreasi!
foto MODUSACEH.CO/Zulhelmi
Penulis
Rubrik

Bireuen | Nasrul Yuliansyah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen mengatakan, sejumlah guru kurang kreasi dalam menampilkan peraga pada pawai karnaval, memperingati HUT RI Ke-72 di Kota Bireuen.

Menurutnya, banyak peraga yang ditampilkan saat karnaval berlangsung, tidak disesuaikan dengan tema yang telah ditetapkan panitia, yaitu ‘Indonesia Kerja Bersama’. Itu disampaikan Nasrul Yuliansyah di sela menonton pergelaran karnaval di Bireuen, Sabtu, (19/8/17).

Dari pantauan media ini, menyambut HUT RI ke-72, Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar pawai karnaval budaya yang diikuti puluhan sekolah, mulai TK hingga SMA dan sederajat se-Kabupaten Bireuen. Sayangnya, walau tema telah ditetapkan panitia, beberapa sekolah menampilkan pocong dan badut. Memang, kehadiran sejumlah pocong dan badut itu memberikan hiburan tersendiri bagi ribuan warga Bireuen, namun adakah korelasi dalam pawai karnaval budaya?

Bahkan, bukan hanya pocong dan badut, tokoh nenek sihir dalam film-film barat dan tokoh H. Uma serta Modo Gapi ikut menghiasi pawai karnaval budaya tahunan ini yang dimulai pukul 15.00 WIB dan baru selesai sekira pukul 17.30 WIB. Setidaknya, telah  memberikan hiburan tersendiri bagi warga Bireuen. Termasuk, usai pawai, kemacetan terjadi pada sejumlah ruas jalan, baik jalan utama, jalan elak dan sejumlah lorong di seputaran Kota Bireuen.***

Komentar

Loading...