Setelah India, Kini Menuju Australia dan Amerika Serikat

KADIN Mualem Tanda Tangan MoU Rp280 Miliar dengan AgForce Quensland, Australia

KADIN Mualem Tanda Tangan MoU Rp280 Miliar dengan AgForce Quensland, Australia
Wakil Ketua KADIN Aceh, Dr. Phil Suraiya IT, MA menandatangani MoU kerjasama dengan Australia (Foto: Ist)

Tangerang | Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh dibawah pimpinan H. Muzakkir Manaf (Muallem) melakukan penandatanganan kerjasama dan kesepakatan (MoU) dengan AgForce Quensland, Australia.

Keduanya bersepakat untuk melakukan kolaborasi perdagangan dan investasi, menguatkan produk-produk hasil pertanian, peternakan dan pengolahan daging serta susu, perikanan maupun kerjasama ekonomi dan penguatan kapasitas kemitraan.

Untuk mewujudkan kerjasama ini, AgForce Quensland, Australia menyediakan dana senilai USD 20 juta atau sekitar Rp280 miliar.

Penandatangan MoU kerjasama perdagangan tersebut dilakukan dalam arena Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE, BSD City, 16-20 Oktober 2019, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan RI dan Dr. Phil Suraiya IT, MA, mewakili KADIN Aceh.

Sementara, Agforce Quensland ditandatangani Mr. Welly Salim, International Trade Officer.

”MoU ini merupakan komitmen kedua pihak untuk mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam meningkatkan perdagangan dan investasi Aceh ke depan. Langkah ini dapat membuka peluang pasar lebih luas, sehingga petani maupun peternak di Aceh tidak lagi khawatir dengan urusan pemasaran produk,” jelas Suraiya IT, Wakil Ketua Umum Kadin Aceh,  Bidang Hubungan Luar Negeri, setelah penandatanganan MoU ini.

AgForce merupakan organisasi Australia yang mewakili produsen gandum, bijih-bijihan, sapi, domba dan produk-produk pertanian di Australia.

Anggota AgForce mensuplai produk makanan untuk Australia dan banyak negera di berbagai belahan dunia. Organisasi yang didirikan tahun 1999 ini, telah berkontribusi terhadap pasokan kebutuhan bahan makanan global.

Direktur Eksekutif KADIN Aceh, Juanda Djamal menjelaskan. ”Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU ini, pihak AgForce Quensland akan melakukan kunjungan ke Aceh, meninjau beberapa potensi lokasi dan membahas persiapan memulai perdagangan dan investasi di Aceh. Banyak potensi di Aceh dan Australia yang dapat digarap bersama, yang tentunya bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak”.

Hadir dalam penandatanganan tersebut Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Hartanto Subolo, Atase Perdagangan KBRI Canberra Agung Wicaksono Sochirin, Kemenlu RI, dan tim Kemendag RI, khusunya di bawah koordinasi Indonesia Trade and Promotion Center Sidney, serta delegasi perwakilan dagang Kadin Aceh.

20191019-kadin-mm

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menandatangani kerja sama dengan pengusaha Andaman-Nikobar, di Port Blair, India, Kamis, 29 November 2018 (Foto: Serambi Indonesia). 

Genjot Perdagangan ke India, USA dan Australia

Muallem sejak memimpin KADIN Aceh di medio Mai 2018, secara sistematis terus mendorong agar terbukanya pasar untuk produk Aceh ke luar negeri.

“Produk Aceh bagus-bagus dan diminati pasar global, mulai dari India, Amerika hingga Australia. Tinggal kita mengemasnya saja dengan citarasa lokal orang asing,” jelas Muallem di Banda Aceh.

Menurut Muallem, KADIN Aceh menugaskan Teuku Murdani untuk membuka pasar yang lebih luas di Australia dan New Zealand. “MoU ini kita harapkan menjadi awal penetrasi produk ekspor Aceh ke Australia dan negara-negara di Pasifik.”

“Pasar Amerika Serikat saat ini masih konsisten dengan membeli produk kopi Aceh. Tentu ini perlu ditambah lagi dengan berbagai macam produk lainnya via pasar di New York,” tambah Muallem.

Lebih lanjut Muallem menjelaskan, KADIN Kadin Aceh dibawah kepemimpinannya, baru saja mengirimkan tim dagang ke India untuk menjajaki tindaklanjut MoU yang telah ia diteken dengan Andaman Chamber of Commerce and Industry (ACCI), Port Blair dan United Economic Forum (UEF) Chamber of Commer Chennai, India.

Kedua Kadin India ini juga menyambut positif kerjasama dagang dengan Aceh. “Pasar India sangat potensial untuk Aceh. Kita sangat dekat. Penduduk India saat ini sekitar 1,2 miliar orang. Tinggal hubungan dagang yang lebih serius dan perlu dilaksanakan untuk lebih banyak produk UMKM Aceh yang bisa dijual di sana, khususnya makanan. Orang Aceh dan India punya selera dan rasa yang sama untuk makanan,” jelas Muallem.

Akhir tahun ini, KADIN Aceh juga berencana akan mengikuti rangkaian Expo Dagang di Qatar. Expo ini diharapkan akan membuka pasar lebih luas ke Timur Tengah.***

Komentar

Loading...