Dibalik Permintaan Maaf Nova Iriansyah

Kader PDIP Aceh, Imran Mahfudi, SH.MH: Tidak Pantas dan Mempermalukan Presiden Jokowi

Kader PDIP Aceh, Imran Mahfudi, SH.MH: Tidak Pantas dan Mempermalukan Presiden Jokowi
Imran Mahfudi (Foto: acehtrend)

 

Gading Hamongan: sudah waktunya kita hentikan politik basa basi yang miskin substansi, kita ganti dengan komitmen dan kerja keras yang sarat prestasi.

Banda Aceh | Koordinator Tim Pembela Jokowi Aceh Imran Mahfudi, SH.MH menilai. Permintaan maaf Plt Gubernur Aceh  kepada Presiden RI Joko Widodo, terkait kekalahan pada Pilpres 2019 lalu di Aceh, merupakan ucapan tak pantas dan cenderung memperlakukan Presiden Joko Widodo.

“Ya, tidak pantas dan cenderung mempermalukan Pak Jokowi. Sebab, tidak sesuai konteks dalam membangun semangat rekonsiliasi. Terkesan, soalah-olah Pak Jokowi menaruh dendam terhadap rakyat Aceh karena perolehan suara tidak sesuai dengan seperti yang diharapkan,” kata Imran Mahfudi atau akrab disapa Boim ini.

Pendapat itu disampaikan Boim menanggapi pertanyaan media ini, Minggu siang di Banda Aceh.

Boim merupakan salah satu kader PDIP Aceh yang juga ikut berperan di DPP PDIP, khususnya bidang hukum.

“Saya kira, pernyataan Nova Iriansyah tidak pantas, apalagi diucapkan secara terbuka pada acara Kenduri Kebangsaan di Bireuen, Sabtu kemarin,” kritik dia.

Alasan Boim,  sejak ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo telah berulang kali menyampaikan bahwa dia akan memberi perhatian yang sama baik pada daerah yang menang mau kalah. Ini membuktikan bahwa Jokowi merupakan pemimpin bangsa berjiwa kenegaraan.

“Buktinya meski di Aceh perolehan suara Jokowi hanya 14 persenbeliau tetap memberi perhatian yang besar untuk Aceh. Jadi, pernyataan Nova tersebut sungguh diluar konteks,” ungkap Boim.

Pendapat serupa juga disampaikan kader PDIP Aceh lainnya yaitu, Gading Hamongan. Menurut dia, seharusnya Nova Iriansyah meminta maaf kepada Presiden dan rakyat Aceh, karena tak mampu menurungkan angka kemiskinan dan pengangguran diAceh.

20200223-gading

Gading Hamongan (Foto: dialeksis.com)

“Pilihan pada sebuah kontestasi politik adalah hak warga negara. Maka, kurang tepat apabila Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah minta maaf atas hak politik rakyat Aceh pada Pilpres 2019,” ujarnya.

Kata Gading, harusnya Nova mengintropeksi diri, terkait alokasi APBA 2019 dan 2020 yang dinilai banyak pihak, termasuk Presiden Joko Widodo, masih kurang tepat sasaran.

“Lebih tepat apabila permintaan maaf itu ditujukan karena Pemerintah Aceh sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat masih belum mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” katanya.

Karena itu, dari sudut pandang tadi, permintaan perpanjangan dana Otsus akan menjadi relevan. “Sudah waktunya kita hentikan basa basi politik yang miskin substansi, kita ganti dengan komitmen dan kerja keras yang sarat dengan prestasi,” kritik Gading.***

Komentar

Loading...