Breaking News

Terkait Bau Sampah di Gampong Jawa

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Hendra Gunawan: Semua TPA Alami Hal Serupa

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Hendra Gunawan: Semua TPA Alami Hal Serupa
Hendra Gunawan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh, Hendra Gunawan mengaku. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di daerah mana pun, tetap memunculkan bau sampah kepada warga sekitar.

Itu diungkapkan Hendra pada wartawan media ini, saat ditemui langsung di TPA Gampong Jawa, Kuta Raja, Kota Banda Aceh. Rabu, (13/2/2018).

Katanya, di mana pun kondisi TPA, kondisi bau itu masih sulit dihindari. Tapi, pihak Pemko Banda Aceh lewat Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh terus berupaya untuk mengurangi permasalah sampah di Kota Banda Aceh.

Dia mengaku, kondisi bau dari sampah di TPA Gampong Jawa, dialami masyarakat ketika di musim penghujan. Saat itu sampah lebih basah dan lembab. “Di saat seperti ini, konsisi bau itu lebih sering muncul. Namun, jika tanah kering seperti sekarang ini, bau itu sudah sangat kecil,” ungkapnya.

Sebab itu, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Banda Aceh, terus melakukan kontribusi kepada masyarakat. Caranya, membagikan gas metan secara gratis kepada penduduk di sekitar TPA.

“Gas yang kita olah dari sampah, kita berikan kepada kepada masyarakat secara gratis. Seperti masyarakat Gampong Jawa dan Gampong Pande. Namun, kita khusukan kepada masyarakat Gampong Jawa. Sudah 170 rumah tangga yang menikmati gas metan gratis ini,” ujar Kabid itu.

Hendra mengungkapkan, dari segi instalasi, pipa gas, hingga pengadaan kompor diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Sebagai bentuk bentuk kompensasi kepada masyarakat. Yang berimbas dengan keberadaan bau sampah.

“Jadi terhadap keluhan masyarakat yang bau itu, kita sadar dan berupaya semaksimal mungkin bagaimana caranya, TPA ini sangat minimal efek negatifnya kepada masyarakat. Dengan, membagikan gas secara gratis, merupakan satu bentuk kepedulian kami. Dengan demikian, kita tidak menutup mata dan terus melakukan kontribusi dari efek bau yang ditimbulkan oleh sampah TPA kepada masyarakat,” ungkapnya. 

Selain itu dia mengaku, kondisi TPA Gampong Jawa atau Banda Aceh, sangat baik dari pada TPA lainnya yang ada di Indonesia. “Kalau di tempat lain, bau busuk sampah lebih tinggi karena tingkat polusi udaranya dan tidak melakukan sistem penutupan,” sebutnya.

Di Banda Aceh, sampah yang ada di TPA mengami proses dari sistem penutupan sampah. Dari sampah yang telah diangkut langsung kita timbun dengan tanah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir polusi bau yang tercium masyarakat.

Dirinya berharap kepada masyarakat sekita Gampong Jawa, untuk dapat bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh dalam menangani kasus di kawasan tersebut.

“Sebenarnya, kawasan Gampong Jawa sudah sering kita bersihkan. Namun, masyarakat masih membuang sampah di halaman rumah. Kita sangat berharap, masyarakat juga sadar masalah kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi tanggung jawab masyarakat juga dalam menjaga lingkungannya,” harapnya.***

Komentar

Loading...