Polda Aceh Janji Usut Aksi Pemukulan Terhadap Azhari Cage

Kabid Humas Polda Aceh: Kami Menditeksi Ada Skenario Naikkan Bendera Bulan Bintang

Kabid Humas Polda Aceh: Kami Menditeksi Ada Skenario Naikkan Bendera Bulan Bintang
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono menegaskan. Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Aceh akan mengusut tuntas kasus kericuhan dan pemukulan terhadap salah satu anggota Dewan, Azhari Cage, Kamis lalu, saat aksi unjuk rasa di Gedung DPRA Banda Aceh.

Selain itu sebut Kabid Humas Polda Aceh, pihaknya ikut prihatin atas kejadian diluar kendali yang dilakukan petugas di lapangan, sehingga terjadi reaksi atas aksi yang menyebabkan terpukulnya Ketua Komisi I DPRA yang saat itu berusaha mengamankan beberapa mahasiswa melakukan aksi demo.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan akan mengusut tuntas kasus pemukulan salah satu anggota DPRA itu," kata Ery, pada temu pers, Minggu (18/8/2019) sore di Mapolda Aceh, Banda Aceh.

Begitupun, dia menduga ada yang ikut mengatur dan memprovokasi untuk pengibaran bendera bulan bintang di tiang bendera Gedung DPR Aceh sehingga memunculkan kericuhan, saat aksi unjuk rasa peringatan 14 tahun MoU Helsinki di gedung wakil rakyat setempat.

"Kami mendeteksi terdapat skenario yang dilakukan dengan sistematis oleh sejumlah pihak untuk menaikkan bendera bulan bintang. Kasus ini juga akan kita usut," sebutnya.

Menurut Kombes Pol Ery Apriyono, tindakan menurunkan bendera merah putih dengan mengibarkan bendera bulan bintang, adalah kesalahan dan melawan Undang-undang serta aturan yang berlaku. Apalagi telah dilakukan pembatalan oleh Menteri Dalam Negeri dalam Surat Nomor: 188.34/2723/SJ,  tanggal 26 Juli 2016 yang ditujukan Kepada Presiden Republik Indonesia.

Itu sebabnya kata Kombes Pol Ery, pihak kepolisian wajib melakukan tindakan tegas terukur terhadap siapapun akan menurunkan bendera merah putih dan mengibarkan bendera bulan bintang. "Kami menilai tindakan personel Polresta membubarkan paksa aksi massa itu merupakan tindakan persuasif yang dilakukan," jelasnya.

Terkait dengan laporan pemukulan terhadap oknum anggota DPRA itu, kata Ery, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penyidikan serta pengusutan secara komprehensif dan holistic (menyeluruh) terhadap terduga petugas yang melakukan pemukulan itu.

"Bila nantinya terbukti, pasti akan dikenakan sanksi terukur sesuai dengan jenis pelanggaran sesuai operasional prosedur (SOP)," ungkapnya.***

Komentar

Loading...