Breaking News

Menduga Motif Penyebar Video Maruf Amin Berkostum Sinterklas

Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriono: Masih Didalami!

Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriono: Masih Didalami!
Foto: Tersangka S (muka ditutup)- (Datuk-detikcom)

Banda Aceh | Penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Aceh masih mendalami, terkait motif S (31), yang menyebarkan video editan cawapres nomor urut 1, Kiai Ma'ruf Amin, dengan kostum Sinterklas.

"Masih dalam proses pendalaman penyidik Krimsus. Jadi belum bisa saya sampaikan secara detail. Untuk sementara tersangka sudah kita amankan ke Polda. Masih kami dalami apa yang menjadi motif tersangka menyebar hoaks," kata Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriono pada media pers di Mapolda Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief Banda Aceh, Jumat siang (28/12/2018).

Menurut Ery, kasus itu terungkap berdasarkan adanya laporan informasi dari Direktorat Cyber Kriminal Khusus Polda Aceh. Dari laporan itu kemudian penyidik menemukan video itu di akun YouTube milik S. Setelah diselidiki, polisi mengidentifikasi keberadaan dan identitas tersangka.

20181228-kabid-humas-polda-aceh

Kabid Humas Polda Aceh (Foto: acehportal.com)

"Pelaku berhasil ditangkap setelah penyidik melakukan profiling akun YouTube tersebut dan ditemukan alamat, identitas dan sebagainya tentang yang menyebarkan berita tersebut," jelas Ery.

Pelaku S selanjutnya dibekuk personel Polres Lhokseumawe di Aceh Utara. Menurut Ery, kasus tersebut kini sudah ditangani Polda Aceh dan tersangka S juga sudah diboyong ke Mapolda. "Sekarang tersangka sedang dalam pemeriksaan (apakah dia edit sendiri). Kita masih dalami apakah dia kerja sendiri atau ada yang lain," ungkap Ery.

"Ada satu lagi memang yang diduga sebagai pelaku dan sedang dilakukan perburuan. Kita imbau agar pelaku ini menyerahkan diri," ucap Ery.

Sementara itu, mewakili keluarga pelaku Bahar (paman S) minta maaf atas kesalahan yang diperbuat S. Dia mengaku, perbuatan keponakannya bukan hal yang direncanakan. "Saya selaku keluarga korban meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh tersangka. Kami yakin perbuatan yang dilakukan bukan berencana," kata paman S, Bahar, di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (27/12/2018) kepada detik.com.

Masih seperti diwartakan detim.com. Dia mengaku terkejut atas berita penangkapan salah satu anggota keluarganya. Saat itu, tersangka ditangkap di sebuah pesantren di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

"Dia seorang pengajar di salah satu pesantren di Kecamatan Muara Batu. Selama ini dia kami ketahui tidak berbuat yang macam. Dia juga tidak terlibat dalam politik praktis," sebut Bahar.***

Komentar

Loading...