Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Prestasi dan Kemewahan Hidup Berakhir Getir

Jumat Siang Nurdin Lantik Kepala Daerah, Malam Dicokok KPK

Jumat Siang Nurdin Lantik Kepala Daerah, Malam Dicokok KPK
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sempat melantik 11 Kepala Daerah sebelum pada malam harinya ditangkap KPK. (Arsip Istimewa via Detikcom)
Sumber
CNN Indonesia.com dan berbagai sumber

Jakarta I Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sempat melantik 11 kepala daerah pada Jumat (26/2) siang sebelum   pada malam harinya ditangkap oleh KPK.

Pelantikan dilakukan di Baruga Karaeng Pattingaloang yang berada di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

"Atas nama Presiden Republik Indonesia, hari ini saya secara resmi melantik sebelas Kepala Daerah dan Wakilnya di Sulawesi Selatan, yang merupakan hasil Pilkada Langsung beberapa waktu lalu," ujarnya Nurdin dalam akun Facebook pribadinya, dikutip CNNIndonesia.com.

Nurdin sempat berpesan kepada kepala daerah yang baru dilantik untuk mengemban jabatan dengan sebaik-baiknya.

"Saya percaya, bahwa saudara-saudari sekalian merupakan orang-orang pilihan di daerah ini, yang dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta amanah dari rakyat dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.

11 pasang kepala daerah yang dilantik itu antara lain Adnan Purichta Ichsan - Abdul Rauf Mallagani (Kabupaten Gowa) dan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Kota Makassar.

Kemudian, ada S Chaidir Syam-Suhartina Bohari (Kabupaten Maros), Muhammad Yusran Lalogau-Syahban Sammana (Kabupaten Pangkep), dan Suardi Saleh-Aska Mappe (Kabupaten Barru).

Selanjutnya, Andi Kaswadi Razak-Lutfi Halide (Kabupaten Soppeng), Basli Ali-Syaiful Arif (Kabupaten Kepulauan Selayar), Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf (Kabupaten Bulukumba), Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeg (Kabupaten Tana Toraja), Andi Indah Putri Indriani-Suaib Mansyur (Kabupaten Luwu Utara), dan Budiman Hakim ( Kabupaten Luwu Timur).

Sebelumnya penangkapan Nurdin dibenarkan Plt Jubir KPK, Ali Fikri. Dari informasi yang dihimpun, tim penindakan KPK juga mengamankan lima orang selain Nurdin.

***

Nurdin Abdullah adalah Bupati Kabupaten Bantaeng periode 2008 hingga 2013 dan periode 2013-2018. Pada Mei 2015 Nurdin menerima penghargaan "Tokoh Perubahan" dari surat kabar Republika bersama tiga pejabat daerah lainnya. Pada 15 Agustus 2016, Ia mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari presiden Indonesia Joko Widodo. Tanda Jasa ini dianugerahkan kepada empat tokoh yang dinilai telah memberikan sumbangsih dalam bidang sosial kemanusiaan.

Nurdin Abdullah lahir di kota Parepare, Sulawesi Selatan pada tanggal 07 Februari 1963.

Prof Nurdin Abdullah merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya berasal dari Kabupaten Bantaeng ( Butta Toa') dan merupakan keturunan Raja Bantaeng ke-27. Sedangkan ibunya dalam keseharian menjadi ibu rumah tangga (IRT) dan berasal dari Soppeng.

Ia menikah dengan Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin, M. Fish pada tanggal 11 Januari 1986 dan telah dikaruniai 1 anak perempuan dan 2 anak laki-laki.

Saat ini, Nurdin dan keluarga tinggal di Perumahan Dosen Tamalanrea, Sulawesi Selatan. Selama menjabat sebagai Bupati Bantaeng, Nurdin tinggal di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng Jalan Gagak, Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Prof. Dr. Ir. H.M Nurdin Abdullah, M.Agr. adalah Bupati pertama di Indonesia yang bergelar profesor. Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Universitas Hasanuddin pada tahun 1986 dan menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu Jepang pada tahun 1991.

Di Universitas yang sama, ia pun menyelesaikan studi S3 Doktor of Agriculture (1994). Sebelum berkecimpung di dunia politik, Nurdin dikenal sebagai seorang akademisi, dan pernah menempati beberapa jabatan struktural di universitas maupun di perusahaan swasta.

Dia dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasanuddin dan menjadi Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar. Terakhir ia memilih dunia politik dan mengabdi kepada masyarakat sebagai Bupati Bantaeng dua periode berturut-turut hingga tahun 2018.

Karier Nurdin Abdullah baik itu di bidang pendidikan, bisnis ataupun pemerintahan dinilai cemerlang oleh karena itu tak heran jika Nurdin hingga kini mengoleksi lebih dari 100 penghargaan dari berbagai macam bidang.

Pada Pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan 2018, Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulawesi Selatan.

Pasangan ini didukung tiga partai politik, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada pemilihan yang diselenggarakan pada tanggal pada tanggal 27 Juni 2018, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mendapatkan suara terbanyak, 1.867.303 suara, mengungguli tiga orang pesaingnya.

Karir Pak Prof penerima Satya Lencana dari Presiden RI Bidang Pertanian, Januari 2009 ini sangat gemilang. Dia Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia, President Director of Global Seafood Japan, Director of Kyusu Medical Co. Ltd. Japan, Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar dan dua periode menjadi Bupati Bantaeng, Masa Bakti 2008-2013 dan Masa Bakti 2013-2018.

Semalam semua kegemilangan prestasi Nurdin dan segala kemewahan hidupnya berakhir getir, ketika dia diboyong KPK bersama orang-orang dekatnya dan sekoper uang.

“Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri.***

Komentar

Loading...