Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Besok Tiga Ribu GAM Berkumpul di Meureu, Aceh Besar

Jubir KPA Azhari Cage: Panitia Siapkan 600 Personel Untuk Pengamanan Khusus

Jubir KPA Azhari Cage: Panitia Siapkan 600 Personel Untuk Pengamanan Khusus
Azhari Cage (Foto: acehimage.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Untuk mengamankan pertemuan dan konsolidasi internal mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Senin (23/12/2019) besok di Kompleks Meureu, Aceh Besar, Panitia  mensiagakan 600 personel pengamanan khusus (internal) dengan atribut khusus.

Demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Komite Peralihan Aceh (KPA), Azhari Cage pada media ini, Minggu (22/12/2019) sore di Banda Aceh.

Kata Cage, begitu dia akrab disapa, 600 personel khusus tadi berasal dari mantan kombatan GAM seluruh Aceh, yang direkrut berdasarkan wilayah. “Mereka kami siapkan dengan seragam khusus pula,” ungkap Cage.

Sebelumnya Cage  mengatakan, konsolidasi ini hanya silaturahmi antarkombatan GAM, dengan dua agenda besar bulan Desember 2019. Pertama, memperingati deklarasi GAM, 4 Desember 1976. Kedua, 15 tahun tsunami Aceh, yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Pertemuan ini kata Azhari, tidak terkait dengan agenda politik. Hanya pertemuan biasa yang sudah lama diwacanakan, untuk para mantan kombatan setelah GAM dan Indonesia berdamai.

"Ini murni silaturahmi dan konsolidasi internal, tidak terkait dengan agenda politik. Ini langkah yang tepat untuk silaturahmi Ban Sigom Aceh (seluruh Aceh) tidak terkait dengan agenda macam-macam," kata Azhari Cage.

Menurut dia, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan kembali para kombatan yang selama ini terpencar.

Terkait dipilihnya Meureu, Aceh Besar sebagai tempat berkumpul, karena lokasi itu menjadi tonggak sejarah pertemuan pertama GAM dan tempat yang sakral.

Cage memastikan, undangan yang datang berasal dari seluruh Komite Peralihan Aceh (KPA)/GAM dari tingkat pusat, daerah hingga kecamatan. Termasuk Panglima Wilayah, Inong Balee dan eks GAM Tripoli.

Namun, pihaknya tidak akan mengundang pimpinan partai politik yang ada di Aceh. Sebab, kegiatan ini hanya bisa dihadiri internal GAM saja.

Itu sebabnya, Azhari berharap pihak kepolisian tidak menaruh curiga dengan kegiatan yang bertajuk 'Ban Sigom Aceh' itu.

Alasannya, kegiatan ini tidak ada hubungannya dengan agenda politik. Azhari mengajak aparat untuk ikut mensukseskan pertemuan tersebut.

"Ini tidak ada kaitannya dengan agenda politik 2022. Masih jauh, apalagi 2024. Ini pertemuan GAM dan silaturahmi biasa. Jangan dikaitkan dengan agenda macam-macam," katanya.

Pantauan wartawan media dari sejumlah daerah menunjukkan, sejumlah kenderaan roda empat berisi sejumlah mantan kombatan GAM sudah mulai bergerak ke Banda Aceh.

“Benar, ada belasan mobil yang pergi secara beriringan dari  Aceh Timur dan Aceh Utara. Termasuk beberapa daerah lainnya. Mereka menuju Aceh Besar,” lapor Amiruddin, wartawan MODUSACEH.CO liputan Pidie dan Pidie Jaya.***

Komentar

Loading...