Majelis Hakim Ingatkan Penasehat Hukum Siapkan Nota Pembelaan

JPU Jerat Ridwan Tuntutan Hukuman Mati

JPU Jerat Ridwan Tuntutan Hukuman Mati
Iwan, Pelaku Pembunuhan (Foto: Kompas.com)

Banda Aceh | Masih ingat Ridwan alias Iwan (22), pelaku pembunuhan satu Tji Sun alias Sun (45), Minarni (40), dan Callietos (8), beberapa  waktu lalu di Gampong Mulia, Kota Banda Aceh?

Nah, Senin pekan lalu, proses hukumnya telah memasuki tahap tuntutan. Itu sebabnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Banda Aceh, menuntut warga Kabupaten Aceh Jaya ini dengan jeratan hukuman mati.

Tuntutan tadi dibacakan JPU pada sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin pekan lalu. Sidang ini dipimpin Totok Yanuarto (ketua), Muzakir dan Roni Susanta (anggota). Hari itu, terdakwa Ridwan didampingi penasihat hukumnya Ramli Husen. Sedangkan JPU hadir Mursyid dan Ibsaini, keduanya dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

"Memohon kepada majelis hakim menyatakan terdakwa Ridwan alias Iwan terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana seperti yang diatur Pasal 340 KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukuman mati," kata Mursyid.

Mursyid dalam surat tuntutannya menyebutkan, terdakwa melakukan perbuatannya merampas nyawa orang lainnya di gudang barang grosir tempat usaha korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada 5 Januari 2018 sekitar pukul 14.30 WIB. "Korban bernama Tji Sun alias Sun (45), istrinya bernama Minarni (40), dan anak Callietos (8). Ketiga korban meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan," kata Mursyid mengungkapkan.

JPU Mursyid menyebutkan, terdakwa bekerja dengan korban. Sebelum pembunuhan dilakukan, terdakwa bersama korban Tji Sun alias Sun mengatarkan barang grosir ke kawasan Aceh Besar. Usai melakukan perbuatannya, terdakwa melarikan diri ke Aceh Jaya.

Selanjutnya, terdakwa kabur ke Meulaboh, Aceh Barat. Dari Meulaboh, terdakwa melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Terdakwa Ridwan akhirnya ditangkap polisi di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Rabu (10/1) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Terdakwa melakukan perbuatannya karena sakit hati dengan perkataan korban. Terdakwa juga melakukan perbuatan serupa terhadap istri dan anak korban. Perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain," ungkap JPU Mursyid.

Sebelum menyampaikan tuntutan, JPU mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, terdakwa menghilangkan tiga nyawa sekeluarga. "Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Sedangkan pertimbangan lainnya, tidak ada hal meringankan dari perbuatan terdakwa," kata JPU Mursyid.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa Ridwan bersama penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan. Sidang dilanjutkan Senin (22/10), dengan agenda mendengar nota pembelaan terdakwa. "Kami ingatkan terdakwa dan penasihat hukum agar menyampaikan nota pembelaan pada sidang berikutnya. Jika tidak, maka dianggap tidak menyampaikan pembelaan," kata Totok Yanuarto.***

Komentar

Loading...