Pelaksanaan Kurban di Kota Banda Aceh

Jeulingke Salurkan 1.980 Paket Daging, Jumlah Hewan Kurban Gampong Pineung Meningkat

Jeulingke Salurkan 1.980 Paket Daging, Jumlah Hewan Kurban Gampong Pineung Meningkat
Penyembelihan hewan kurban di Gampong Jeulingke, Banda Aceh (Foto: Ist)
Rubrik

Banda Aceh | Hari Raya Idul Adha 1441 H menjadi momen istimewa bagi seluruh muslim di dunia. Tidak terkecuali warga Kota Banda Aceh.

Pelaksanaan kurban merupakan ibadah yang dilakukan setelah shalat Idul Adha atau pada hari-hari tasyriq.

Di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh misalnya, tahun ini menyembelih 33 ekor sapi. Itu dilakukan, Sabtu (01/08/2020) di halaman parkir Kantor Keuchik Gampong Jeulingke.

Keuchik Gampong Jeulingke, Murdani SH, mengatakan. Tahun ini masyarakat yang berkurban di dua titik. Tercatat, sebanyak puluhan hewan kurban, terdiri dari 33 ekor sapi dan 26 ekor Kambing. "Di Kantor Keuchik dan Mesjid Al-Wustha Jurong Rawa Sakti sebanyak 33 ekor sapi dan 26 ekor Kambing," kata Murdani.

Ketua Panitia Kurban Gampong Jeulingke Moch. Syauki SE MM menuturkan. Dari jumlah hewan kurban tersebut, pihaknya membagikan 1.980 paket yang dilaksanakan di Kantor Keuchik dan BKM Mesjid Al-Wustha Jurong Rawa Sakti.

"Seluruh daging kurban kita salurkan kepada shohibul qurban, fakir miskin dan warga Gampong Jeulingke. Alhamdulillah terkumpul sebanyak 1.980 paket daging," ujar Moch. Syauki.

Sementara itu, di Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Tahun ini menyembelih 22 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Khusus untuk sapi, jumlahnya meningkat empat ekor dibanding tahun lalu yaitu, 18 ekor sapi, sedangkan kambing menurun dua ekor yaitu 8 ekor kambing.

Karena dalam keadaan wabah Covid-19, Gampong Pineung tidak membentuk panitia penyembelihan dengan melibatkan semua warga.

20200801-kurban2

Penyembelihan hewan kurban di Gampong Pineung, Kota Banda Aceh (Foto: Arief Gibran)

“Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini kami tidak membentuk panitia kurban, sebaliknya semua pelaksanaan pemotongan hewan kurban kita serahkan kepada panitia khusus,” kata Keuchik Gampong Pineung, H. Burhan SH,MM, MH, Sabtu pagi di Banda Aceh.

Begitupun, semua hasil kurban dibagikan kepada semua keluarga (KK) yang ada digampong ini. “Warga pun tidak kami minta untuk mengambil daging kurban. Tapi diantar kepada rumah masing-masing,” jelas Keuchik Burhan.

Di Kota Banda Aceh, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban telah dilakukan sejak hari pertama Idul Adha atau Jumat kemarin.

Misal di Gampong Desa Ateuk Pahlawan, Mukim Baiturrahman. Geuchik/Kepala Desa setempat Darmawan menjelaskan. Dua dari lima dusun di desa itu, melakukan pemotongan hewan kurban usai Shalat Id dan akan dilanjutkan setelah Shalat Jumat.

"Tiga dusun lagi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban akan dilanjutkan besok, karena hari ini hari Jumat jadi mepet waktunya," katanya

Ia mengatakan, meskipun di tengah pandemi antusiasme masyarakat untuk menyemarakkan Lebaran Idul Adha tidak mengalami perubahan banyak.

"Setiap tahunnya di Mukim Baiturrahman ini selalu banyak yang berkurban, untuk hari ini kalo tidak salah ada 15 ekor hewan kurban yang akan disembelih,"katanya.

Dia mengatakan, untuk penerima daging hewan kurban pada tahun ini di dua dusun tersebut sekitar 400 kepala keluarga.

Darmawan mengatakan, untuk pengambilan daging kurban, nanti akan diumumkan di masjid dan masyarakat yang mendapatkan kupon bisa langsung datang ke masjid untuk mengambil daging hewan kurban.

"Meskipun tidak kita antar ke rumah penerima, mereka tetap harus mengikuti protokol kesehatan,"katanya.

Selain itu beberapa gampong/desa di Kota Banda Aceh juga melakukan pemotongan hewan kurban pada hari pertama Idul Adha.

Kurban adalah ibadah yang dianjurkan kepada setiap umat islam yang mampu, karena mengandung hikmah dan banyak keutamaan.

Dinukil dari Imam Nawawi dalam Al- Majmu (8: 216), Menurut madzhab Syafi’i dan madzhab mayoritas ulama, hukum kurban adalah sunnah muakkad bagi yang mudah (punya kelapangan rezeki) untuk melakukannya dan itu tidak wajib.

Demikianlah pendapat kebanyakan ulama seperti yang di kutip dalam rumaysho.com. Diantaranya Abu Bakr Ash Shiddiq, ‘Umar bin Al Khottob, Bilal, Abu Mas’ud Al Badri, Sa’id bin Al Musayyin, ‘Atho’, ‘Alqomah, Al Aswad, Malik, Ahmad, Abu Yusuf, Ishaq, Abu Tsaur, Al Muzani, Daud dan Ibnul Mundzir”.***

 

Komentar

Loading...