Jembatan Gantung Rusak Parah, Warga Berharap Pemda Memperbaiki

Jembatan Gantung Rusak Parah, Warga Berharap Pemda Memperbaiki
Kondisi jembatan gantung (Foto: Din Pasee)

 

Lhokseumawe | Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Tualang, Paya Sutera dan Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, rusak parah. Bahkan kondisinya dibiarkan begitu saja.

Warga di sana khawatir, bila tak segera diperbaiki akan membuat jembatan rekontruksi kayu ini menjadi lapuk dan kabel besinya sudah karatan di makan usia. Bahkan, bukan mustahil menelan korban jiwa bagi yang melintas.

Geusyik (kepala desa) Tualang Saifullah mengaku. Jembatan gantung itu merupakan salah satu jalan pintas menuju ke pusat Kecamatan Meurah Mulia dan Kabupaten Aceh Utara. 

20191129-jembatan2

Foto: Din Pasee

Kini, warga yang bergantung hidup sebagai petani mulai kesulitan membawa hasil pertanian dan perkebunannya melalui jembatan yang rusak tersebut. 

Tragisnya, kondisi ini terjadi sejak empat tahun lalu dan  terkesan dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Geusyik menyebutkan, warga di sana sudah berulang kali bergotong royong secara swadaya, memperbaiki kerusakan jembatan itu. 

Namun, upaya itu hanya sebatas menggantikan kayu lapuk dengan kayu baru dan bisa bertahan untuk sementara saja. 

"Karena jembatan ini satu-satunya jalan pintas,  maka warga memperbaiki jembatan secara swadaya. Namun itu hanya bertahan sementara saja,  sekaligus mencegah jatuhnya korban. Karena jembatan sudah nyaris putus," ungkap dia.

Kadis PUPR Aceh Utara Eddy mengatakan. Kondisi jembatan gantung rusak di Kecamatan Meurah Mulia tidak jauh beda dengan kerusakan jembatan di Kecamatan Cot Girek dan jembatan lainnya. 

Namun, untuk mengkonfirmasi kondisi itu, Edi meminta media ini bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Muhammad. Alasannya, Muhammad lebih menguasai datanya. 

Hasilnya, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Aceh Utara Muhammad, Jumat (29/11/2019), membenarkan kondisi jembatan gantung setempat sudah rusak parah. 

Dia mengaku tidak pernah berhenti mencari solusi serta berusaha, mengatasi kondisi jembatan tadi.

Muhammad menyebutkan, untuk Kabupaten Aceh Utara terdapat 28.000 kilometer lebih jalan yang perlu mendapatkan perbaikan dan peningkatan. 

Begitu juga jumlah jembatan gantung yang rusak mencapai ratusan unit di setiap pedalaman dan 39 unit jembatan rangka baja yang butuh pembangunan. 

"Kami sangat dilematis dalam penanganan kerusakan jembatan dan jalan. Karena pembangunannya tergantung kemampuan daerah dan anggaran sangat terbatas," ujarnya. 

Jembatan tua yang rusak itu dibangun tahun 1980-an dan sudah tidak sesuai zaman. Sekarang sudah banyak mobil yang melintas jembatan. Makanya jalan tampak lebar, tapi jembatan tua lebih kecil. 

Seharusnya sebut Muhammad, penanganannya tidak direhab lagi, tapi harus dibangun dengan model baru, mengikuti zaman. 

Sayangnya,  pemerintah daerah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengatasi semua kerusakan jembatan. Maka, pembangunannya bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan alokasi anggaran. 

20191129-jembatan3

Foto: Din Pasee

Untuk anggaran tahun 2020,  hanya lima unit jembatan gantung yang akan dilakukan peningkatan pembangunannya yakni; sejumlah jembatan gantung di Kecamatan Geuredong Pase dan  Jembatan Gantung di Kecamatan Sawang. 

Sedangkan untuk peningkatan jembatan darurat lainnya, akan diusahakan pada anggaran murni tahun 2020 atau Silpa Otsus 2019, Kabupaten Aceh Utara.***

Komentar

Loading...