Breaking News

Kejurnas KU XV FPTI 2021 Banda Aceh Berakhir

Jawa Timur Juara Umum, Aceh Peringkat Tujuh Nasional

Jawa Timur Juara Umum, Aceh Peringkat Tujuh Nasional
Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar menyerahkan Piala Bergilir kepada kontingen Jatim sebagai juara umum (Foto: Huwaidi Johan)
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Huwaidi Johan

Banda Aceh | Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XV Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2021 resmi berakhir.

Acara penutupan dihadiri Wakil Ketua II PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, Ketua Harian KONI Aceh, H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), seluruh Pengurus Pengprov FPTI Aceh, serta atlet, manager, pelatih, teknisi dari 25 provinsi di Indonesia, Kamis, 25 November 2021 petang.

Wakil Ketua II PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro mewakili Ketua Umum PP FPTI, mengucapkan terima kasih kepada Pengprov FPTI Aceh atas terlaksannya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XV 2021 di Venue Wall Climbing FPTI, Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh atlet, manager, pelatih beserta tim teknis yang telah ikut hadir dan mensukseskan acara ini, dan untuk Kejurnas tahun depan ada di Provinsi Maluku. Tetap berlatih bagi atlet yang belum memperoleh medali, kepada yang telah memperoleh medali semangat dan tingkatkan terus,” ucap Wahyu.

Wahyu Pristiawan Bintoro, Wakil Ketua II PP FPTI. (Foto: Huwaidi Johan)

Ia mengingatkan bahwa Asian Games dan Olimpiade sudah di depan mata.

“Kepada seluruh atlet agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya, karena banyak kejuaraan besar menanti kita ke depan,” tutup Wahyu Pristiawan Buntoro.

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh, mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh perwakilan kontingen provinsi se-Indonesia dalam menyukseskan Kejurnas KU ke-XV.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen se-Indonesia, mudah-mudahan kesan yang didapat para tamu adalah bahwa Aceh nyaman dan damai, dan saya meminta maaf jika ada kekurangan fasilitas yang tersedia,” ujar H. Muhammad Saleh, Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh. 

H. Muhammad Saleh, Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh (Foto: Huwaidi Johan)

Sementara itu Ketua Harian KONI Aceh, H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) mengajak para atlet tetap semangat dan jangan berputus asa, karena masih banyak kejuaran-kejuaraan lain yang akan segera terlaksana di waktu mendatang. 

“Bagi atlet yang telah meraih medali jangan berpuas diri, tetap gigih dan dispilin dalam latihan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di kejuaraan mendatang,” sebut Abu Razak.

Masih kata Abu Razak begitu dia akrab sisapa, kesuksesan penyelenggaraan Kejurnas kali ini tentunya bukan hanya menjadi kebanggan bagi panitia pelaksana, tapi juga KONI Aceh. 

“Ke depan Aceh juga akan melaksanakan kejuaraan yang serupa baik untuk level regional Porwil 2023 maupun nasional PON ke-XXI tahun 2024,” kata H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak).

Seperti diwartakan sebelumnya, kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan menuju tuan rumah Porwil 2023 dan PON 2024. Tentunya dibutuhkan persiapan yang sangat matang dalam rangka mengikuti dan melaksanakan dua event tersebut.

H. Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Ketua Harian KONI Aceh. (Foto: Huwaidi Johan)

“Kita telah berkomitmen pada pelaksanaan Porwil 2023 dan PON 2024, baik dari segi administrasi maupun penyelengaraan, untuk melaksanakan acara tersebut tentunya dibutuhkan dukungan dan kerja keras semua pihak, bahwa Aceh akan sukses menyelenggarakan Porwil dan PON,” ucap Abu Razak. 

Terakhir, Ketua Harian KONI Aceh mengucapkan terima kasih kepada semua panitia penyelenggara dan peserta dari seluruh Indonesia yang telah menyukseskan acara tersebut.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillah, Kejurnas ini resmi saya tutup,” ucap H. Kamaruddin Abubakar.

Jatim Juara Umum

Nurwijianti Presiden Juri, mengumumkan hasil perlombaan di depan para atlet, manager, pelatih dan seluruh tamu yang berhadir.

Jawa Timur berhasil meraih juara umum dengan perolehan medali (8 emas, 8 perak dan 2 perunggu), disusul DKI Jakarta di posisi kedua (5 emas, 5 perak dan 3 perunggu), Bali (4 emas, 6 perak dan 5 perunggu), Kalimantan Selatan (4 emas dan 7 perak).

DI Yogyakarta (3 emas, 2 perak dan 3 perunggu), Sulawesi Selatan (1 emas dan 1 perak), Sumatera Selatan (1 emas dan 1 perunguu), Aceh (1 emas dan 1 perunggu), Kalimantan Utara (1 emas), Kalimantan Timur (3 perak), Kepulauan Bangka Belitung (1 perak dan 1 perunggu), Riau (1 perak), Bengkulu (1 perak), Jawa Tengah (4 perunggu) dan Jambi (1 perunggu).

Sedangakan Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat serta Sumatera Utara tidak memperoleh satu pun medali.***

Komentar

Loading...