Terkesan Janggal, Di Negeri Syariat Ada Gampong (Desa) Muslimin?

Terkesan Janggal, Di Negeri Syariat Ada Gampong (Desa) Muslimin?
Bupati Aceh Barat Ramli MS (tengah)/MODUSACEH
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Gampong (Desa) Muslimin, sekilas terasa janggal. Sebab, penyebutan nama itu di Aceh yang justeru memberlakukan Syariat Islam. Bahkan, di Kabupaten Aceh Barat mencanangkan program tersebut, juga disebut-sebut negeri tauhid dan tasawuf.

Karena merasa agak penasaran apa yang dimaksud Gampong Muslimin?, Media ini, Kamis (12/12/2019) meminta penjelasan langsung pada Bupati Aceh Barat Ramli MS, di ruang kerjanya, Lantai II, kantor Bupati, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

Mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat dari Partai Aceh yang menjabat separuh periode 2014-2019 menjelaskan. Ide pencanangan Gampong Muslimin di kabupaten itu muncul dari dirinya sendiri.

Ihwalnya, sebut Ramli MS saat dia mengenang kisah perperangan Aceh melawan Belanda. Di Kecamatan Sungai Mas misalnya, ramai orang berperang atau disebut muslimin dan syahid di sana, meski pun tidak ada Gampong Muslimin di Sungai Mas.

“Gagasan itu timbul karena kita mempelajari sejarah. Contoh Sungai Mas, banyak sekali pahlawan-pahlawan muslimin yang melawan Belanda,” kata Ramli MS, Kamis (12/12).

Itu sebabnya, pada periode kedua Ramli MS menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien ini, ia mencanangkan Gampong Muslimin sejak 2018 lalu-yang kini sudah berjumlah 48 Gampong. Terbaru dilakukan di Gampong Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Senin (9/12/2019).

“Dulu kita canangkan 35, sekarang sudah 48 Desa, bertambah terus karena peminatnya banyak,” ujar Ramli MS.

Sementara yang dilakukan dalam pencangan Gampong Muslimin dimaksud adalah, terkait urusan agama, wawasan nasional, hukum, kesehatan, dan ekonomi. Lalu, untuk menjalankan tujuan tersebut, menurut Ramli MS, dengan melibatkan berbagai unsur sesuai tupoksi.

Misal, MPU, Dinas Syariat Islam, Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Dayah, Kodim termasuk Polres.

“Gampong Muslimin itu sangat majemuk. Dandim, Kapolres, MPU, Dinas Syariat Islam, Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Pendidikan. Dandim untuk memberikan wawasan nasional. Kapolres memberikan bimbingan hukum, sesuai tupoksi masing-masing,” jelas Ramli MS.

Menurut Ramli MS, salah satu tujuan dijalankan progrom itu, memberikan pelajaran peningkatan pemahaman masyarakat pada Islam secara khafah.

Selain itu,  diharapkan masyarakat paham betul sebagai pemeluk Agama Islam. “Mulai dari SD, SMP, dan masyarakat umum bisa melaksanakan shalat wajib, sunat, talkin mayit, jadi khatib, jadi Imam masjid. Itu yang kita harapkan di sana. Ibu-ibu pun bisa meningkatkan pemahaman tentang kesehatan masyarakat,” kata Ramli MS.

Bukan hanya soal agama, kesehatan dan wawasan nasional, urusan ekonomi juga didorong dalam pencangan Gampong Muslimin itu. “Apalagi untuk membangkitkan ekonomi Gampong. Jadi, di setiap data rumah ku, mereka punya bisnis, apakah ikan tri kering,” papar Ramli MS.

Bupati Aceh Barat itu mengaku, mengapa penyebutan Gampong Muslimin? “Memang orang berpikir kenapa ini Gampong Muslimin, sebab ada pembinaan di daerah-daerah terpencil. Kita tahu daerah-daerah terpencil, ada masjid dan meunasah tapi kurang terisi,” ujarnya.

Begitupun, melalui pencanangan Gampong Muslimin tadi, bukan berararti masyarakat tak paham. “Masyarakat itu perlu diingatkan, bukan masyarakat tidak memahami. Namun dengan adanya program ini, masyarakat lebih termotivasi untuk membuat bersama dan gotong royong,” katanya.***

Komentar

Loading...