Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Hasil Swab Test Negatif Berlaku 72 Jam Sebelum Keberangkatan

Jamaah Umrah Indonesia Tiba di Arab Saudi Setelah Pakistan

Jamaah Umrah Indonesia Tiba di Arab Saudi Setelah Pakistan
Jamaah umrah asal Indonesia yang berangkat pada Minggu (1/11/2020). Foto: Dok. Amphuri
Rubrik
Sumber
berbagai sumber

MODUSACEH.CO | Harapan umat Islam Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan kuota umrah di masa pandemi Covid-19, akhirnya menjadi kenyataan.

Pemerintah Arab Saudi memberi kesempatan warga negara Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah pada tahap ketiga yang mulai dilaksanakan pada 1 November 2020.

Para jamaah asal luar negeri telah tiba di Arab Saudi, Ahad (1/11/2020). Selanjutnya akan melakukan perjalanan ke Makkah untuk ibadah umrah. Ini untuk pertama kalinya setelah tujuh bulan ditutup.

Sementara itu, Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah menerima penerbangan pertama jamaah internasional dari Pakistan dan Indonesia.

Dari Pakistan tiba pukul 16.00 dengan membawa 38 jamaah. Sedangkan penerbangan kedua dari Indonesia tiba pukul 18.00 dengan 360 jamaah.

Jamaah haji diterima Menteri Haji dan Umrah Muhammad Saleh Benten dan wakilnya, Abdel Fattah Mashat, serta direktur bandara, Issam Nour.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Issam Al-Thaqafi bertemu dengan para jamaah Indonesia di Bandara Internasional Jakarta. Issam menyampaikan, perjalanan yang aman dan kesejahteraan jamaah adalah prioritas kepemimpinan kerajaan.

Para jamaah diuji sebelum tiba di Kerajaan. “Ini adalah tahap yang lambat dan dipertimbangkan dengan baik di mana kami mengambil semua tindakan kesehatan sebelum kedatangan jamaah dari negara mereka, dan selama perjalanan umrah mereka di Kerajaan,” kata wakil menteri haji, seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (2/11/2020).

Dia menyebut, semua sudah siap menerima jamaah sejak penerbangan pertama kali tiba. “Kami memantau dan merevisi semuanya setiap hari,” ujarnya.

Kementerian telah menetapkan standar dan kontrol untuk semua penyedia layanan dan perusahaan umrah untuk memastikan penerapan tindakan pencegahan tingkat tertinggi yang disetujui Kementerian Kesehatan.

Jamaah dapat tinggal di kerajaan hingga 10 hari. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan saat kedatangan sebelum dibimbing perusahaan haji dan umrah, di mana setiap kelompok tidak boleh lebih dari 50 orang.

Selanjutnya, jamaah akan diangkut dengan bus ke hotel untuk isolasi selama tiga hari sebelum diperiksa dan diizinkan Kementerian Kesehatan untuk melakukan umrah.

Ini terjadi pada hari pertama dari tahap ketiga dimulainya kembali umrah dan kerajaan sedang bersiap untuk menerima 10.000 jemaah internasional setiap hari dengan masjid suci yang bekerja dengan kapasitas 100 persen. Batas usia maksimal jemaah internasional adalah 50 tahun.

Arab Saudi akan menerima jamaah dari negara-negara dengan situasi pandemi stabil. Negara-negara tersebut akan terus dievaluasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) sesuai dengan protokol khusus.

Kementerian Haji dan Umrah meminta para peziarah, pengunjung, dan jamaah dari dalam dan luar kerajaan untuk mematuhi tindakan pencegahan dan tindakan seperti mengenakan masker, menjaga kebersihan tangan, dan menjaga jarak sosial

Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Anshary mengatakan, jamaah umrah asal Indonesia merupakan rombongan kedua yang tiba di Arab Saudi setelah umrah dibuka kembali. 

"Rombongan Indonesia adalah rombongan ke-2 yang datang setelah Pakistan. Pesawat perdana dari Indonesia tiba pukul 18.16 waktu Saudi," kata Zaky saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/11/2020).

Menurut dia, Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara yang diperbolehkan umrah saat negara lain belum diizinkan. Rombongan Pakistan tiba di Arab Saudi lebih cepat empat jam sebelumnya yaitu Minggu (1/11/2020) sekitar pukul 14.00 waktu Saudi.

"Informasi dari petugas Airport Jeddah baru dua negara yang bisa masuk ke Saudi. Pakistan datang di hari Minggu sekitar jam 14.00 waktu Saudi (Dhuhur) dan Indonesia datang di jam 18.16 di tanggal yang sama," papar dia. 

Saat tiba pada Minggu (1/11/2020), jamaah asal Indonesia langsung disambut Konjen RI Jeddah Eko Hartono dan Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali.

Ia juga mengatakan, semua jamaah sudah menerapkan protokol kesehatan selama berada di bandara maupun di pesawat.

"Sesuai protokol kesehatan, pesawat tidak diisi penuh dan jika ada yang melepas masker langsung ditegur," kata dia. 

Berdasarkan laporannya, ada 317 jamaah yang didominasi owner travel agent pada keberangkatan umrah Minggu (1/11/2020).

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim memastikan, rombongan pertama jamaah umrah Indonesia sudah bisa bertolak ke Jeddah, Arab Saudi.

Ini merupakan rombongan pertama setelah penyelenggaraan umrah dihentikan sementara karena situasi pandemi virus corona di seluruh dunia sejak Februari 2020.

Salah satu persyaratan jamaah umrah bisa terbang ke Arab Saudi adalah memiliki hasil swab test negatif yang berlaku 72 jam sebelum keberangkatan.***

Komentar

Loading...