Banjir Rob di Aceh Barat

Jalan Tertimbun, Air Mulai Masuk Permukiman

Jalan Tertimbun, Air Mulai Masuk Permukiman
Banjir Rob atau pasang air laut di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Banjir Rob atau pasang air laut menyebabkan jalan di wilayah pesisir atau Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat terendam air dan tertimbun pasir. Gelombang pasang tinggi ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu dan semakin besar, karena air laut sudah mulai masuk ke permukiman warga.

Contoh di Jalan Thamrin di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, badan tertimbun pasir dan digenangi air laut yang disebabkan banjir Rob. Bahkan gelombang pasang yang terjadi pada Pukul 11.00 WIB tadi siang, juga merendam jalan permukiman penduduk.

Masuknya air laut ke permukiman warga akibat tanggul yang pasir sebagai penghalang ombak sudah jebol. Nah, ketika ombak besar pecah maka tidak lagi ada penghalang. Dikhawatirkan warga, air laut masuk ke rumah dan menyebabkan mereka harus mengungsi.

20190510-rob2

Kondisi di Desa Ujung Kalak (Foto: Aidil Firmansyah)

Putra, warga Suak Indrapuri mengatakan. Air laut belum memasuki semua rumah penduduk karena jalan permukiman di sana lebih rendah dari ketinggian rumah, sehingga air dari ombak pasang hanya merendam jalan saja. "Upaya yang dilakukan BPBD Aceh Barat hanya membuat tanggul darurat pada Kamis kemarin, namun itu tidak maksimal, karena gelombang pasang menyebabkan tanggul buyar dan pasirnya menimbun jalan," kata Putra saat ditemui di lokasi, Jumat (10/5/2019).

Ia mengatakan, rumahnya yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai sehingga ia dan keluarga khawatir terkena parah dampak banjir Rob. Sebab gumpalan tanah keras menggunung di depan rumahnya membuat gelombang yang pecah sejauh ini belum bisa menembusnya.

Sementara pasir yang menimbun badan jalan diperkirakan setebal 70 sentimeter. Dirinya juga khawatir jika tidak ada upaya pembuatan tanggul pemecah ombak secepat mungkin sehingga terjadi abrasi besar besaran.  "Kekhawatiran kami terjadi abrasi besar-besaran apabila tidak ada tanggul pemecah ombak, kalau ada gelombang pasang bisa membuat warga di sini mengungsi ke tempat lain," ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, khusus pada malam hari antara pukul 22.00 WIB hingga dini hari, ombak besar sering memunculkan gemuruh sehingga warga takut. Apalagi sebagian rumah berada tak jauh dari bibir pantai.

Sementara itu, titik timbunan pasir yang disebabkan banjir Rob lainnya berada di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Namun tidak separah yang terjadi di Desa Suak Indrapuri. Warga berharap pemerintah malalui instasi terkait segera memikirkan solusi untuk kondisi ini.***

Komentar

Loading...