Mulai Kuliah Perdana di Gedung Baru

Jalan Bebatuan Menuju Kampus, STAIN Benahi Fasilitas Wifi dan Parkir

Jalan Bebatuan Menuju Kampus, STAIN Benahi Fasilitas Wifi dan Parkir

Meulaboh | Setelah melewati berbagai proses penyelesaian polemik atas klaim kepemilikan tanah tempat berdirinya gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh (TDM) di Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, kini mahasiswa dan civitas akademik di sana sudah mulai beraktivitas kuliah kembali.

Amatan MODUSACEH.CO, pukul 08.00 WIB, Senin (22/09/2019), mahasiswa dan dosen sudah memadati halaman kampus untuk memulai proses perkuliahan. Namun, kondisinya masih belum sesempurna layaknya lokasi gedung kampus lama STAIN perguruan tinggi lain yang sudah tertata rapi. Salah satunya lokasi parkir, disana masih belum terdapat tempat khusus untuk area tersebut.

Kemudian, jalan menuju kampus juga masih belum memadai, jalan bebatuan, berlubang berbecak saat hujan dan berdebu saat musim kemarau, menjadi salah satu kendala bagi para mahasiswa dan dosen yang menuju kesana. Jarak dari pusat kota dengan mengendarai kendaraan roda dua memakan waktu hingga 25 menit. Letak kampus STAIN TDM juga tak jauh dari Universitas Teuku Umat (UTU) dan juga berdekatan dengan Makorem 112 Teuku Umar.

Sementara polemik konflik klaim lahan diselesaikan oleh DPRK Aceh Barat pada pada Kamis 19 September 2019, sesudah melewati perdebatan panjang hingga menjelang tengah malam hari itu. Disisi lain saat bersamaan, pihak rektorat kampus didesak oleh mahasiswa melalui aksi unjuk rasa meminta kejelasan proses perkuliahan mereka. Seluruh civitas akademik dan mahasiswa juga mulai bergotong royong pada Jumat usai adanya titik temu, untuk menyiapkan segala keperluan agar proses pelayanan akademik dan administrasi berjalan maksimal.

Dibeberapa ruang juga belum memiliki fasilitas yang memadai, seperti meja dosen yang belum ada dan akses jaringan internet (Wifi) yang terpasang. Disana juga masih terdapat aktivitas pembangunan terhadap fasilitas kampus tersebut.


Wakil Ketua III, Bidang Kemahasiswa, STAIN TDM, Dr Erizar dikonfirmasi media ini mengatakan. Perkuliahan disana sudah mulai normal, pihaknya kini berusaha menata beberapa tempat agar proses keluar masuk kampus normal meski fasilitas belum memadai.

“Alhamdulillah perkuliahan sudah normal kembali. Sekarang kita sedang menata tempat parkir sehingga dosen dan mahasiswa mudah untuk masuk ke kampus,” katanya, Senin (22/09/2019).

Dikatakannya, fasilitas wifi saat ini sedang dalam perbaikan, pihak unit Teknologi Informasi dan Pengolahan Data (TPID) kampus STAIN sedang membawa server data base milik mereka dari kampus lama di Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan menuju lokasi gedung baru.

“Kalau wifi, itu perlu di-set ulang, yaitu dengan membawa server dr Gampa ke Kampus Alpen, Jadi pihak TIPD sedang bekerja untuk itu,” demikian Erizar.

Sementara itu, melansir portal Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Meulaboh, soal lahan Gedung STAIN TDM masih dalam tahap persidangan di Pengadilan tersebut. Gugatan ini diajukan Irwan Gunawan TU alias Irwan TU alias T. Ridwan TU, M. Yunus, Syahril Saputra, Rustam Efendi, Herlan Toni dan Suharti yang memiliki lahan di lokasi tersebut.

Sesuai perkara nomor 2/Pdt.G/2019/PN Mbo, mereka menggugat Bupati Aceh Barat, Yayasan Pendidikan Teuku Umar Johan Pahlawan, Kementerian Agama Republik Indonesia, STAIN TDM, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Barat.

Tak hanya itu, ada juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Cut Ida Khairani, S.H,M.Kn, PT. Harum Jaya dan PT. Belalang Jaya Prima sesuai klasifikasi perkara tentang perbuatan melawan hukum dengan 13 tuntutan dalam pokok perkara yang dilayangkan.

Karena kondisi urgensi tentang aktivitas perkuliahan, maka pihak PN Meulaboh mengeluarkan putusan sela,Rabu, 31 Juli 2019 terhadap perkara dengan amar putusan menolak tuntutan provisi para penggugat, memerintahkan kedua belah pihak melanjutkan pemeriksaan perkara pokok, menangguhkan biaya perkara hingga putusan akhir.

Provisi dalam hukum perdata diartikan sebagai permintaan pihak yang bersangkutan agar sementara diadakan tindakan pendahuluan guna kepentingan salah satu pihak sebelum putusan akhir dijatuhkan.

Artinya, karena putusan sela itu pihak STAIN TDM memberanikan diri untuk memulai aktivitas perdana di gedung yang sudah selesai dibangun.***

Komentar

Loading...