Jadi Tersangka UU ITE, Ketua Forum KMBSA Terancam Pidana 4 Tahun

Jadi Tersangka UU ITE, Ketua Forum KMBSA Terancam Pidana 4 Tahun
Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu Muhammad Isral (kiri) didampingi KBO Reskrim Ipda P Panggabean (Foto: antara)
Penulis
Sumber
antaranews.com

Meulaboh | Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat menetapkan Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) berinisial FL, sebagai tersangka karena diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE).

“Benar, terlapor FL sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh seorang ajudan Bupati Aceh Barat, Hayatullah Fajri” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK diwakili Kasat Reskrim Iptu Muhammad Israldi Meulaboh, Sabtu malam.

Menurutnya, penetapan FL sebagai tersangka karena pria ini diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik pejabat negara, disertai kata-kata bernada ujaran kebencian, karena  menyebarkan sebuah video melalui Whatssap Groups (WAG).

Kasus ini, dilaporkan seorang ajudan Bupati Aceh Barat, Hayatullah Fajri pada bulan Februari lalu ke Mapolres Aceh Barat.

Dalam laporannya, pelapor juga turut menyertakan barang bukti berupa tangkapan layar diduga pencemaran nama baik pejabat negara kepada penyidik.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, kata Iptu Muhammad Isral, FL hingga saat ini tidak ditahan karena ancaman hukuman pidana yang menjerat tersangka di bawah lima tahun kurungan penjara. 

Namun, tersangka dikenakan wajib lapor dan dilarang untuk pergi keluar daerah.

Undang-Undang ITE Tahun 2008, ketentuan penghinaan dan pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 27 ayat  3 dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000.  (tujuh ratus lima puluh juta rupiah), kata Kasat Reskrim Muhammad Isral.***

Komentar

Loading...