Breaking News

Diduga Ada Mafia Tanah Sengaja Memprovokasi Masyarakat

Iskandar, Mantan Anggota DPRK Abdya: Lahan Bekas HGU PT. Cemerlang Abadi Mulai Diserobot

Iskandar, Mantan Anggota DPRK Abdya: Lahan Bekas HGU PT. Cemerlang Abadi Mulai Diserobot
Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya, meminta kepada Bupati Akmal Ibrahim (tengah) tidak memperpanjang lagi izin HGU PT. Cemerlang Abadi di Babahrot. (Foto: antaranews.com/Dok. 2017)
Sumber
Kontributor Aceh Barat Daya

Aceh Barat Daya I Jika pengalihan lahan bekas hak guna usaha perusahaan kepada masyarakat sekitar, dilakukan secara normal tentu ini biasa. Namun, bila "rebut" dengan cara diserobot. Nah, ini baru luar biasa.

Diduga, praktik tak elok inilah yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Sejumlah lahan milik perusahaan PT. Cemerlang Abadi di sana telah diserobot secara sepihak oleh warga.

Dugaan ini diungkap mantan anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Iskandar, Jumat, 2 Juli 2021 di Blangpidie. Kata dia, tanah bekas hak guna usaha (HGU) PT Cemerlang Abadi di Kecamatan Babahrot, mulai diserobot warga.

"Karena itu, kami meminta pihak Kepolisian menghentikan aktivitas ilegal tersebut. Sepertinya ada mafia tanah yang sengaja memprovokasi masyarakat untuk menyerobot dan menerobos palang larangan masuk yang telah dipasang pihak kepolisian di kawasan lahan eks HGU PT Cemerlang Abadi itu,” kata Iskandar.

Kontributor MODUSACEH.CO di Blangpidie melaporkan. Iskandar merupakan anggota DPRK Abdya Periode 2012-2017. Kepada awak media, dia mengaku mengetahui adanya penyerobotan lahan oleh ratusan warga saat dia pulang dari kebun miliknya di kawasan Krueng Itam.

"Kemarin sore, saat saya pulang dari kebun melewati sepanjang Krueng Itam, saya melihat ada sekitar 200 orang tidak saya kenali asal usulnya datang berbondong-bondong ke lokasi lahan HGU itu," ungkapnya.

Iskandar mengaku sempat heran dan bahkan terkejut dengan keberadaan ratusan masyarakat dalam areal HGU yang sebelumnya telah dipasang palang larangan masuk pihak kepolisian.

"Saya heran dan terkejut, ada apa ramai-ramai. Lalu saya tanya pada sesorang yang tidak saya kenali asal-usulnya. Rupaya mereka datang ke situ untuk mengambil dan menandai tanah bekas HGU perusahaan tersebut," ungkap dia.

Seperti diwartakan antaranews.com, Jumat. Iskandar menilai jika pemerintah daerah dan kepolisian membiarkan penyerobotan lahan secara ilegal ini, dikhawatirkan akan ada pertumpahan darah sesama warga.

Sebab, tambah dia, warga yang menyerobot bekas lahan HGU tersebut hampir 90 persen bukan masyarakat yang bermukin Kecamatan Babahrot melainkan, orang luar yang tidak diketahui asal usulnya.

Sementara itu, warga yang bermukim di sekitar lahan eks HGU PT Cemerlang Abadi belum terpikir untuk menandai tanah itu karena mereka mengetahui tanah bekas HGU tersebut masih dalam proses sengketa antara pemerintah dengan pihak perusahaan.

"Saya melihat ada mafia tanah bermain dibalik semua ini. Maka kami minta polisi agar secepatnya menghentikan aksi serobotan lahan secara ilegal itu, sebagai upaya antisipasi terjadinya tumpah darah sesama warga," saran Iskandar.***

Komentar

Loading...