Terkait Cawalkot Banda Aceh

Ir. Nova Iriansyah MT: Kader Sendiri atau Paslon Terkuat

Ir. Nova Iriansyah MT: Kader Sendiri atau Paslon Terkuat
Foto: ACEHTREND.CO
Rubrik

Banda Aceh | Walau memiliki syarat (lima kursi di DPRK Banda Aceh) untuk mengusung sendiri pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh. Partai Demokrat Aceh mengaku tak terburu-buru dalam menentukan dan memutuskan pilihan.

“Kami realities untuk mengusung atau tidak Cawalkot Banda Aceh dari kader sendiri. Karena itu Partai Demokrat (PD) sedang berusaha untuk mendukung salah satu paslon yang menguat,” begitu kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, Ir. Nova Iriansyah pada media ini, Rabu siang, 24 Agustus 2016 di Banda Aceh.

Berbeda dengan Partai Golkar dan Partai NasDem, PD sepertinya tak mau buru-buru dan tergesa-gesa dalam memutuskan dukungan. “Jadi, kemungkinan besar kami mengusung paslon yang sudah menguat,” ucap Nova.

Begitupun, dia tak menyebutkan secara pasti siapa paslon menguat tersebut. Namun, sumber media ini di jajaran PD Aceh mengungkap, paslon menguat yang dimaksudkan itu mengarah pada figur Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar (PKS).

“Dari hasil survey yang kami lakukan, Bu Illiza memiliki elaktabilitas di atas 50 persen. Walau ini bukan patokan utama, tapi bisa menjadi pertimbangan awal untuk mengusungnya,” ungkap sumber tadi. Sejauh ini sambung sumber itu, Illiza memang intens membangun komunikasi dengan PD Aceh dan pusat. “Hasil evaluasi tim kami, komunikasi Bu Illiza dengan masyarakat juga baik dan lancar, karena itu tetap menjadi pertimbangan. Begitupun, keputusan final ada di DPP,” ujar sumber itu.

Itu sebabnya, jika tidak mengusung kader sendiri, berarti paslon Cawalkot Banda Aceh menjadi sangat terbatas atau hanya tinggal dua paslon yang menguat yaitu, incumbent (Illiza-Farid Nyak Umar) dan Aminullah Usman-Zainal Arifin. “Masuknya dukungan Golkar dan NasDem pada Aminullah, tentu membuat kompetisi menjadi semakin bergairah dan berimbang. Saya pikir ini bagus untuk demokrasi,” kata Nova Iriansyah.

Ini tak berarti kemungkinan PD mengusung kader sendiri sudah tertutup. “Kemungkinan mengusung kader sendiri tetap ada, bagi PD Pilkada tidak hanya masalah menang kalah tetapi juga untuk menjaga momentum agar vitalitas partai tetap tinggi,” papar Nova.

Pendapat ini tak lepas dari berbagai persoalan krusial yang kini melanda Kota Banda Aceh. Misal, masih rendahnya  kelayakan hidup warga Kota Banda Aceh. “Agar  Banda Aceh bisa menjadi ramah bagi warganya, maka pelayanan pemerintah kota yang terpenting. Utamanya air bersih, listrik, jalan dan kebersihan lingkungan. Selain itu kota juga harus memungkinkan warga muda untuk berkreativitas dan mengembangkan ekonomi kreatif. Untuk jangka menengah,  Banda Aceh sudah harus mulai membangun transportasi massal. Misalnya MRT.

Menurut Nova, pemerintah kota berbeda dengan Kabupaten, karena warga kota sudah lebih concerns pada kualitas hidup dan kesejahteraan. “Tidak cukup dengan retorika dan simbol-simbol saja,” kritik.

Lantas, kemana arah dukungan Partai Demokrat Aceh? “Kemungkinannya masih fifty-fifty. Mencalonkan kader sendiri atau antara paslon Aminullah Usman-Zainal Arifin atau Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar,” jelas Nova Iriansyah, mengantung.***

Komentar

Loading...