Mantan Menteri Malaysia Datok Sanusi Djuned

Investasi di Aceh Tak Pengaruh Karena Syariat Islam 

Investasi di Aceh Tak Pengaruh Karena Syariat Islam 
IST
Penulis
Rubrik

Kuala Lumpur | Mantan Menteri Dalam Negeri Malaysia berdarah Aceh Dato' Seri Sanusi bin Juned menyebut, investor baru akan menempatkan modalnya di Aceh ketika mereka mendapat kepastian hukum dan perizinan. "Jadi, tidak berpengaruh dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Karena mereka datang mau berinvestasi bukan membuat yang dilarang syariat Islam,” kata Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Juned saat melakukan pertemuan dengan Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, (23/07/17).

Tan Sri Dato' Seri Sanusi menekankan pentingnya kepercayaan yang diberikan Pemerintah Aceh kepada investor. Ia juga memberi saran supaya  Pemerintah Aceh lebih agresif melakukan pendekatan dengan investor yang mempunyai uang banyak, baik dalam negeri maupun mancanegara supaya mau berinvestasi di Aceh. Sehingga, kepemimpinan Gubernur Aceh yang baru terpilih Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah mampu memberi dampak positif bagi Aceh ke depan.

Sebelumnya, Tgk. Muharuddin menilai perlu adanya kerjasama antar warga Aceh, baik yang merantau ke Malaysia maupun yang ada di Aceh itu sendiri. “Saat ini, kunjungan wisatawan ke Aceh didominasi warga Malaysia dan ini tentu butuh dukungan warga Aceh yang ada di sini (Malaysia) untuk membantu mempromosinya,” kata Tgk Muharuddin yang dihadiri mantan Menteri Malaysia Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Juned, Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM) Dato' H. Mansyur Usman, serta beberapa tokoh lainnya.

Menurut Tgk. Muharuddin, pariwisata di Aceh sangat menjanjikan untuk investasi karena banyak pantai-pantai yang masih belum dikembangkan secara optimal. "Nanti, akan ada pertemuan lebih lanjut untuk memberi perhatian khusus dari apa yang sudah kita bicarakan ini," jelas Tgk Muharuddin yang mengaku mengunjungi Malaysia untuk menjajaki kerjasama Aceh-Malaysia di semua bidang.

Sementara itu, Presiden KAM, Dato' H Mansyur Usman, mengaku siap membantu memperkenalkan Aceh. Menurutnya, saat ini, Aceh sudah mampu melalui fase keamanan dan harus memberi kenyamanan dan keramah-tamahan.

“Persoalan pengurusan administrasi menjadi hal utama yang harus diperbaiki. Kami di Malaysia siap membantu mencarikan investor, termasuk akan mensosialisasikan bahwa Aceh sudah siap menerima investasi,” ujar Dato' H Mansyur Usman.***

Komentar

Loading...