Insiden Kembang Tanjung Dinilai Karena Lambatnya Respon Panwaslih

Insiden Kembang Tanjung Dinilai Karena Lambatnya Respon Panwaslih
Penurunan Bendera PA (Photo: IST)

Banda Aceh | Ketua tim pemenangan pusat Pasangan Calon Gubernur Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, Samsul Bahri menilai, terjadinya insiden penurunan dan perusakan atribut Posko Irwandi-Nova dan Bendera Partai Aceh di Kecamatan Kembang Tanjung Pidie, akibat lambatnya respon dari Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat, Rabu (2/10/2011).

Pria yang akrab dikenal Tiong itu mengungkapkan, insiden Kembang Tanjung itu bermula pada 1 November 2016. Hari itu, pengurus Partai Aceh (PA) setempat mengadakan acara di aula dekat Kantor Camat Kembang Tanjong yang posisinya berada di depan Posko Irwandi-Nova, sehingga pengurus PA meminta izin kepada pengurus posko Irwandi-Nova untuk menaikkan bendera PA di sekitar posko Irwandi-Nova, dengan kesepakatan tepat pada pukul 17.00 WIB setelah acara selesai maka bendera PA tersebut segera diturunkan.

 “Kesepakatan ini diketahui oleh Panwaslih kecamatan itu. Namun sampai pukul 20.00 WIB, bendera tersebut belum diturunkan, sehingga koordinator posko Irwandi-Nova melaporkan hal ini ke Panwaslih, Polsek dan Koramil setempat. Setelah dimediasi maka disepakatilah bahwa semua bendera, termasuk bendera Partai Nasional Aceh (PNA) diturunkan. Pada pukul 22.00 WIB malam malam itu, semua bendera turunkan oleh masing-masing tim,” ujar Tiong pada MODUSACEH.CO. Namun, keesokan paginya 2 November 2016 pada pukul 5.00 WIB, di posko Irwandi-Nova didapati semua spanduk dan baliho termasuk bendera PNA yang di jalan dan teras posko sudah  dirusak dan dibakar.

Berita terkait : Tersulut Aksi Saling Bakar Atribut Tim Pemenangan Irwandi Versus Partai Aceh

Selanjutnya pada  jam 8.00 WIB pagi itu,Koordinator Posko Irwandi Nova Kembang Tanjung melaporkan peristiwa tersebut ke Panwaslih, Polsek dan Koramil Kembang Tanjung, sekitar pukul 9.00 WIB.

“Setelah dilapor, pagi itu pihak Polsek, Danramil dan Panwaslih langsung mendatangi lokasi Posko Irwandi-Nova tersebut. Dalam  pertemuan itu disepakatilah bahwa akan dilakukan mediasi oleh pihak Panwaslih Kecamatan tersebut. Dengan cara menghadirkan pimpinan PA Kecamatan Kembang Tanjong. Namun sampai jam 11.00 WIB, Panwaslih belum bisa melakukan mediasi dengan alasan belum ada petunjuk dari Panwaslih Kabupaten Pidie,” ungkap Tiong.

Karena masa pendukung Irwandi-Nova bersama masyarakat Kembang Tanjong sudah  berkumpul di depan Posko Irwandi-Nova dengan jumlah sekitar lima ratus orang, sementara mediasi yang ditunggu belum  juga terjadi, maka  massa bergerak dan melakukan penurunan bendera dan atribut PA sekitar  pukul  11.00 WIB. Selanjutnya pada pukul 11.15 WIB.  Pj Ketua DPW PNA Pidie Thamren Ananda menghubungi Kapolres Pidie karena sudah tidak  sanggup menenangkan massa. Maka Sekitar pukul 12.00 WIB, Kapolres Pidie tiba di lokasi. Sebelumnya Kasat Intel Polres Pidie beserta anggota kepolisian sudah duluan berada di lokasi kejadian. “Seharusnya kalau Panwaslih cepat respon kasus ini tentu tidak berujung seperti ini.” sesal Tiong.***

Komentar

Loading...