Insafkan Tahanan, Polres Lhokseumawe Sulap Sel Jadi Tempat Ibadah dan Pengajian

Insafkan Tahanan, Polres Lhokseumawe Sulap Sel Jadi Tempat Ibadah dan Pengajian
Hilangkan rasa frustasi dalam kurungan, puluhan tahanan dalam sel Polres Lhokseumawe diberikan bimbingan beribadah dan pengajian rutin, Jumat (4/6). (Foto: Ist)

Lhokseumawe | Untuk menghilangkan rasa frustasi dalam kurungan, sekaligus membuat insaf para tahanan. Polres Lhokseumawe menyulap ruang sel (tahanan) menjadi tempat beribadah rutin serta pengajian bersama. 

Saat ini, ada 74 tahanan yang menghuni sel di Gedung Tahti Polres Lhokseumawe. Itu sebabnya, Jumat (4/6/2021), sejumlah tahanan tampak saling berjaga jarak dengan posisi duduk berbaris di lorong sempit ruangan.

Semua tahanan berseragam warna hijau stabilo juga memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Mereka  sedang mengikuti kegiatan siraman rohani di bawah bimbingan Ipda Faisal,S.H (Abu Bangka), Kasiwas Polres Lhokseumawe yang sedang memberikan tausiah. 

Selain meningkatkan ibadah masing-masing, kerap terdengar suara tahanan mengaji dan berselawat di balik jeruji besi. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Tahti Iptu Zahabi menjelaskan. Kegiatan itu dilakukan atas perintah Kapolres untuk pembinaan  dan siraman rohani pada setiap hari Jumat secara rutin. 

Namun orang yang akan memberikan bimbingan dan tausiah kepada tahanan adalah para pejabat utama (PJU) Polres Lhokseumawe secara bergantian. 

Foto: Ist

Zahabi menyebut, tujuan utama kegiatan itu untuk menghilangkan rasa stres, frustasi  dan kejenuhan selama menunggu proses hukum berjalan. Sehingga perlu memberi kesejukan rohani agar para tahanan dapat melalui proses  hukum yang sedang dialaminya dengan baik. 

Apalagi selama dalam kurungan penjara, para tahanan dapat mengisi kekosongannya dengan kegiatan beribadah dan pengajian sebagai jalan untuk menyadarkan diri. 

“Para tahanan ini bukanlah orang yang kehilangan masa depan. Karena mereka masih bisa berubah dan bertaubat.

Mereka juga perlu sentuhan yang menyejukkan hati agar insaf dan dapat tabah melalui proses hukum dengan baik. Menanamkan niat untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum,” ujarnya. 

Zahaby menjelaskan, kegiatan ini merupakan program prioritas unggulan Sat Tahti Polres Lhokseumawe guna menumbuhkan kesadaran para tahanan agar menyesali perbuatan dosanya. 

Zahabi berharap kegiatan ini benar-benar dapat memberi manfaat khusus bagi para tahanan agar dapat menjalani proses hukum yang sedang berjalan dengan memperbanyak ibadah dan mengaji.***

Komentar

Loading...