Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Melirik KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 (bagian satu)

Inilah 4 SKPA Penyedot Anggaran Terbesar  

Inilah 4 SKPA Penyedot Anggaran Terbesar  
Ilustrasi Pekerjaan jalan (Foto: jayaaspalhotmix.com)
Rubrik

Pembahasan KUA PPAS tahun anggaran 2021  antara Pemerintah Aceh (eksekutif) dengan DPR Aceh (legislatif) atau SKPA dengan Komisi-Komisi memang sudah berjalan. Hanya saja, hingga hari ini (Senin, 31 Agustus 2020). Tim TAPA belum membahasnya bersama Tim Banggar DPRA. Benarhkah isyarat lahirnya Pergub jilid dua? Berikut laporan wartawan MODUSACEH.CO,Muhammad Saleh untuk Liputan Fokus pekan ini.

“Jangan tanya APBA-P 2019. Besar kemungkinan gagal dan selamat tinggal. Sementara soal APBA 2021, kami mencium dan ada skenario eksekutif yang mulai mengarah pada Pergub jilid II/2021,” begitu kata beberapa anggota DPR Aceh.

Ucapan setengah pesimis ini terungkap, saat rehat, usai rapat di Banggar DPRA,  Senin, 31 Agustus 2020 di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh.

Memang, pada tingkat komisi-komisi, pembahasan sudah usai dilakukan bersama SKPA. Hanya saja, pada Tim TAPA belum bertemu atau membahas bersama Tim Banggar DPRA.

Menariknya, dari sejumlah rapat di komisi-komisi, sejumlah wakil rakyat di sana, mengupas habis, satu per satu mata anggaran. Hasil, ada ratusan miliar alokasi dana yang dipangkas atau digeser pada programyang dinilai lebih penting.

Begitupun, lepas dari kebijakan tadi, sebenarnya ada empat Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), yang menjadi dinas penerima fulus paling besar pada rencana Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) 2021 mendatang. Uang rapat tersebut dibagi  pada  empat prioritas (lihat tabel).

Pertama, Dinas PUPR Aceh mendapat kucuran anggaran Rp1.108.309.891.920. Jumlah anggaran tersebut ditujukan untuk program penyelenggaraan jalan.

20200831-data1-kua

Pada perioritas kedua, Disdik Aceh menerima (Rp1.133.982.122.966). Alokasinya kepada pengelolaan pendidikan. Pada perioritas ketiga, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP Aceh). Jumlah Rp108.662.970.056,- yang disasar program pengelolaan perikanan budi daya.

Sementara pada perioritas keempat, Dinas Kesehatan Aceh mendapat Rp2.019.719.342.864. Program yang diusung, pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat.

Khusus untuk prioritas pertama, alokasi anggaran terkecil pada rencana APBA 2021 adalah, program pengembangan ekspor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Rp 266,6 juta lebih.

Jumlah ini lebih kecil dibandingkan program pengelolaan perkeretaapian pada Dinas Perhubungan Aceh yaitu, Rp895,9 juta lebih.***

Komentar

Loading...