Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Kisah Mahfud- Zulfadli (habis)

Ini Pengakuan Hendra Hendayan, Ketua PWI Sabang: Saya Suruh Rekam Percakapan Sebagai Alat Bukti!

Ini Pengakuan Hendra Hendayan, Ketua PWI Sabang: Saya Suruh Rekam Percakapan Sebagai Alat Bukti!
dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

Ketua PWI Sabang, Hendra membantah jika dirinya yang menyuruh Andi untuk meminta uang pada terdakwa Zulfadli alias Dedek. “Oh tidak. Tidak benar itu,” bantah Hendra saat dikonfirmasi media ini pekan lalu melalui sambungan telpon seluler. Menurut Hendra, dia memang dekat dengan Dedek. Dan, dia pernah memfasilitasi antara Dedek dan Andi, terkait kasus WTP. Itu dilakukan atas permintaan Dedek, setelah Andi menulisnya di Harian Medan Bisnis.

Begitupun, berulangkali Hendra membantah bahwa dia yang menyuruh Andi untuk meminta pada Dedek. “Itu tidak ada,” elak Hendra. “Malah, sempat saya bilang. Berapa uang sebenarnya uang yang abang (Dedek) kasih pada polisi dan jaksa. Kok, kasusnya kasus jalan terus,” tanya Hendra pada Dedek.

Lalu kata Hendra, muncul ide dari dirinya untuk merekam pembicaraan antara Dedek dan Nizwar (kuasa penguna anggaran) Dinas PU Sabang yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan Rizal Antoni. “Malah saya suruh rekam,” sebut Hendra.

Lantas, ditanya Dedek bagaimana caranya? “Itulah yang menjadi bukti untuk diserahkan pada Propam Polda. Saya sangat dekat dengan mereka berdua,” ungkap Hendra. Terkait Andi menerima dana Rp 5 juta dari Dedek. Kata Hendra, dia hanya meminta Dedek untuk membantu Andi. “Jangan salah sangka. Coba tanya pada Dedek, apa yang saya bilang. Bang kalau ada rezeki dibantulah Andi,” ucap Hendra. Dia juga mengaku, ikut memfasilitasi antara Andi dengan Dedek, karena Andi ingin mengembalikan uang yang sudah dia terima dari Dedek.***

Sumber: Tabloid MODUS ACEH, Edisi 30, 21-27 November 2016

Komentar

Loading...