Terkait Pemberhentian Ketua MAA Aceh Barat

Ini Lima Alasan Mosi tak Percaya Terhadap Tjut Agam

Ini Lima Alasan Mosi tak Percaya Terhadap Tjut Agam
Surat mosi tak percaya terhadap Tjut Agam (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Satu berkas dokumen dalam map warnah biru, diserahkan Tjut Agam, mantan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Barat kepada Kamaruddin, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kabupaten Aceh Barat, di ruang Komisi IV DPRK, Meulaboh, Rabu siang lalu.

Surat dengan nomor istimewa, tanggal 28 Januari 2020 itu berisi lima alasan mengapa Tjut Agam diberi mosi tak percaya oleh pengurus MAA setempat.

Mereka adalah, Tgk. Junaidi, Tgk. Saleh, T. Dahrun, Sudirman, M. Yusuf Ali, Darmawan, Nini Rosnidar, Ramaneh, SE, Eka Malinda dan Kaniran.

Sementara, dari 13 nama lain yang tidak membubuhkan tanda tangan adalah Rahimun dan Adnan Ali.

Lantas, apa lima alasan yang menjadi dasar munculnya mosi tak percaya terhadap Tjut Agam? Pertama, tidak pernah mensingkronkan program MAA Aceh Barat dengan visi dan misi bupati terpilih yaitu Ramli MS.

Kedua, tidak memahami secara utuh tentang adat dan istiadat Aceh Barat. Ketiga, tidak ada program MAA Aceh Barat selama tahun berjalan.

Keempat, dalam kepemimpinan, Tjut Agam sebagai Ketua MAA Aceh Barat berdiri sendiri dalam mengambil keputusan. Dan kelima, sebagai lembaga adat, MAA Aceh Barat belum melahirkan Qanun yang berkenaan dengan adat dan budaya, sesuai kondisi Aceh Barat.

“Kami dari Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat dengan ini mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua MAA Aceh Barat yang dipimpin H. Cut Agam dengan masa jabatan 2018 sampai dengan 2022,” begitu tulis surat tanggal 28 Januari 2020 ini.

Selain itu, ada pula surat berkop Forum Imum Mukim Kabupaten Aceh Barat. Surat tanpa nomor dan tanggal 3 April 2020 ini, ditujukan kepada Bupati Aceh Barat Ramli MS. Disebutkan, dukungan pergantian Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat.

Surat ini menjelaskan kondisi kesehatan Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat Tjut Agam. Dikhawatirkan tidak dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam memimpin wadah terhormat (MAA).

“Lebih lanjut tidak dapat menjalankan visi dan misi Pemerintah Daerah Periode 2017-2022 (H. Ramli, MS dan Banta Puteh Syam),” sebut surat itu.

Kemudian, berdasarkan surat tersebut dijelaskan. Untuk memberi dukungan pada Syahiddin sebagai penganti Tjut Agam sebagai Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat.

Pada penghujung surat yang ditujukan pada Bupati Aceh Barat itu, diharapkan pergantian Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat segera terlaksana. Surat Forum Imum Mukim Kabupaten Aceh Barat tadi, ditanda tangani oleh Syahhiddin.

Berlanjut dengan surat tanggal 14 April 2020, dengan nomor istimewa yang ditujukan kepada Bupati Aceh Barat. Isinya, memohon pergantian Ketua MAA Tjut Agam.

Disebutkan, sedikitnya ada tiga alasan disampaikan. Pertama, Tjut Agam dalam keadaan sering sakit selain sudah berusia yang lanjut, sehingga kurang maksimal melaksanakan tugas sebagai Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat.

Kedua, surat pernyataan mosi tidak percaya dari pengurus dan staf MAA Dan ketiga, surat permohonan pergantian Ketua MAA dari para Mukim se-Aceh Barat.

Untuk surat mohon pergantian Ketua MAA tersebut, ada 14 nama yang tertera. Tapi 10 yang ikut tanda tangan yaitu, Mustafa Husin, S. Sos, Drs. Ansari Hamzah, Kariana, MS, Tgk. Taleb, Jakfar (Purn TNI-AD), H. Safwan Hamid, Said Azmi, SE, Tgk. Asmar, Sayuti, dan Usman Cut.

Sementara empat nama tidak ikut tanda tangan adalah, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, T.A. Hadi, BA, Idrus, dan Syarifuddin.

Nah,  berdasarkan berbagai surat itulah, Bupati Ramli MS akhirnya mengeluar surat, Nomor: 392/2020, tanggal 21 April 2020. Isinya  tentang perubahan kedua atas keputusan Bupati Aceh Barat, Nomor 536 Tahun 2017, tentang susunan Pengurus Majelis Adat Aceh Kabupaten Barat Periode 2017-2021.

Dikutip dari surat Bupati Aceh Barat tanggal 21 April 2020, pada diktum menimbang huruf a disebutkan, berdasarkan mosi tak percaya Pengurus Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Barat, tanggal 28 Januari 2020.

Dukungan Forum Imum Mukim Kabupaten Aceh Barat tanggal 3 April 2020 dan Rekomendasai Pemangku Adat Kabupaten Aceh Barat tanggal 14 April 2020 tentang pergantian Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat periode 2017-2021.

Dijelaskan dalam surat Bupati Aceh Barat Nomor 536 perlu diubah. Lalu setelah diktum mengingat dan memperhatikan, memutuskan, menetapkan keputusan Bupati Aceh Barat tentang Perubahan Kedua atas keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 536 tahun 2017 tentang susunan pengurus MAA Kabupaten Aceh Barat Periode 2017-2021. Termasuk menganti Tjut Agam dari kursi Ketua MAA Aceh Barat.***

Komentar

Loading...