Pengakuan Deputi Organisasi BPMA

Ini Kronologis Penyebab Warga Aceh Timur Keracunan Gas PT Medco

Ini Kronologis Penyebab Warga Aceh Timur Keracunan Gas PT Medco
Foto: Firdaus Hasan
Rubrik

Banda Aceh | Sejumlah warga di Kecamataan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur diduga keracunan gas yang berasal dari perusahaan PT Medco E&P Malaka, itu diduga akibat perusahaan tersebut  sedang melakukan pembersihan salah satu sumur gas yang biasa dilakukan PT Medco E&P Malaka dalam setahun sekali untuk meningkatkan produksi nya.

"Pekerjaan dimulai Jumat dini hari sekitar jam 00:40 WIB," sebut Deputi Operasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Edy Kurniawan Sabtu (10/4/2021) di Banda Aceh.

Baca: Diduga Keracunan Gas PT Medco, Belasan Warga Aceh Timur Dirujuk ke Rumah Sakit

Sebelumnya PT Medco bersama instansi terkait tengah focus menangani dampak asap dari kegiatan flaring (pembakaran gas) sumur AS-11 yang sedang proses perawatan. "Setelah menerima informasi adanya warga yang megalami keracunan, pihak perusahan langsung menutup sumurnya jam 09.00 WIB kemarin," kata Edy.

Menurut nya dari proses pembakaran yang mengeluarkan asap yang mengandung H2S (Asam sulfat) diduga penyebab keracunan warga.

Terkait kejadian ini ia menduga ada miss komunikasi antara perusahan dan masyasrakat, harusnya perusahaan melakukan sosialisai dulu sebelum melakukan pekerjaan ini atau mungkin kurang intens. ”Kedepan kita meminta Medco intens lagi melakukan sosialisasi ke warga, kalau perlu lakukan berulang-ulang supaya program kerjanya tersampaikan secara baik kepada warga,” sebutnya.

Baca: Puluhan Warga Aceh Timur Tumbang, PT Medco Diminta BertanggungJawab

"Menurut informasi terakhir, korban keracunan 11 orang masih di rumah sakit, satu orang sudah dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh. 10 orang masih di Rumah Sakit Graha Bunda dan Rumah Sakit Zubir Mahmud. Saat ini terus didampingi Tim PT Medco baik secara phiskologis maupun logistic," ungkapnya.

"Selain itu pihaknya telah mengaktifkan tim menajemen krisis untuk memantau keadaan ini, jadi kita ingin memastikan bahwa masyarakat terhandel baik dalam kasus ini," tutupnya.***

Komentar

Loading...