Dibalik Pencopotan Kasatnarkoba Polres Aceh Timur

Ini Kata Kabid Humas Polda Aceh

Ini Kata Kabid Humas Polda Aceh
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Goenawan tak menjelaskan secara langsung tentang pencopotan Kasatnarkoba Polres Aceh Timur, AKP Darkasyi, terkait tewasnya Murthalamuddin. “Mutasi itu untuk pembinaan karir yang bersangkutan selanjutnya, tidak ada kaitan langsung,” begitu kata Goenawan, menjawab konfirmasi media ini, Kamis sore (12/1/2017). Tapi ada hubungannya, tanya media ini. Lagi-lagi Kombes Goenawan menjawab; tidak langsung!

Seperti diwartakan MODUSACEH.CO, seorang sumber memberi kabar; “Akhirnya beberapa oknum Satresnarkoba Aceh Timur dibebas-tugaskan. Termasuk Kasatnarkoba Polres Aceh Timur "dicopot" dari jabatan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap tersangka narkoba Murtalamuddin, yang meninggal dunia dan mayatnya dibuang di Krueng Arakundo beberapa waktu lalu.Kapolda Aceh memang luar biasa, tidak main-main dan jauh lebih tegas. Salut!

(baca: Diduga Terkait Kematian Murthalamuddin. Kapolda Aceh Copot Kasatnarkoba Polres Aceh Timur)

Pesan singkat itu masuk ke redaksi MODUSACEH.CO dua hari lalu. Begitupun, informasi tersebut tak langsung ditayang. Nah, Selasa (10/1/2017) lalu, Kontributor MODUSACEH.CO di Aceh Timur melaporkan bahwa, Kasatnarkoba Polres Aceh Timur AKP Darkasyi, diganti dengan AKP Rustam Nawawi. Pergantian itu berlangsung di halaman Polres Aceh Timur. Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum memimpin upacara serahterima jabatan tersebut. Sebelumnya AKP Rustam Nawawi menjabat sebagai Panit 1 Unit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Aceh, sementara AKP Darkasyi menempati posisi baru sebagai Pama Yanma Polda Aceh.

Sebelumnya, Murthalamuddin diciduk Tim Satnarkoba Polres Aceh Timur. Dia kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 30 gram, yang diletakkan dibawah jok mobil Honda Jazz BK 1369 QU. Sumber MODUSACEH di Aceh Timur mengungkapkan, diduga korban adalah pemain lama barang haram tadi dan sudah lama menjadi target operasi (TO) jajaran Polres Aceh Timur. Maklum, selain informasi dari masyarakat, juga ada pengakuan dari sejumlah pemakai dan bandar sabu, yang menyebutkan nama korban Murthalamuddin. Begitupun, kematiannya telah menimbulkan kejanggalan sehingga mengundang perhatian dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA). Lembaga ini  mempertanyakan kasus kematian tersangka narkoba Polres Aceh Timur, Murtalamuddin (43) yang dinilai tidak wajar dan mengalami banyak kejanggalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur YARA Safaruddin, SH, didampingi Ketua Perwakilan YARA Kabupaten Aceh Timur, Basri, SH, saat menggelar konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (15/11/2016) lalu. Kata Safaruddin ketika itu, pihaknya memiliki banyak bukti terkait kejanggalan kematian Murtalamuddin. Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dua hari setelah ditangkap karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 30 gram yang ditemukan di bawah jok mobil Honda Jazz BK 1369 QU miliknya. Namun, sehari sebelum ditemukan tewas, korban sempat dibawa ke RSU dr. Zubir Mahmud di Kota Idi, Aceh Timur oleh polisi dengan mobil pribadi Murthalamuddin yang penuh jejeran darah. Selanjutnya, Murtalamuddin ditemukan tewas di Kreung (sungai) Arakundo. Berat dugaan, mayatnya sengaja di buang ke sungai yang penuh cerita duka saat konflik bersenjata antara GAM-RI, sebelum ditanda tangannya perdamaian (MoU) di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 silam. Nah, entah ada kaitan atau tidak dengan laporan YARA, 10 Januari 2017 lalu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S Djambak, akhirnya menarik AKP Darkasyi ke Polda Aceh.***

Komentar

Loading...