Ingin Berobat ke Penang? Sementara Waktu Bersabarlah!

Ingin Berobat ke Penang? Sementara Waktu Bersabarlah!
Rumah Sakit Lam Wah E Pulau Penang (Foto: Net)
Rubrik
Sumber
https://www.channelnewsasia.com

Penang | Negara bagian di utara Malaysia, Penang, telah melarang masuknya pengunjung asing yang mencari perawatan medis atau berobat. Ketentuan ini berlaku sampai negara ini menyelesaikan prosedur kesehatan dan keselamatan baru, terkait krisis virus corona (Covid-19).

Penegasan ini disampaikan Menteri Utama Malaysia, Senin, 17 Agustus 2020 lalu di Kuala Lumpur. "Pemerintah negara bagian sangat menyesal tidak diberitahu tentang kedatangan 'mendadak' pasien," kata Ketua Menteri Chow Kon Yeow, mengumumkan larangan tersebut.

Itu sebabnya, pihak berwenang memperketat pembatasan pergerakan di beberapa bagian pulau selama beberapa pekan terakhir, karena infeksi baru muncul setelah lebih dari tiga bulan tanpa kasus.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah mengatakan tiga pasien Indonesia telah tiba dengan penerbangan khusus, Jumat beberapa pekan lalu untuk dirawat di rumah sakit swasta-dua korban kanker dan satu membutuhkan perawatan segera.

Negara bagian tidak mengatakan apakah ketiganya dinyatakan positif COVID-19. Tetapi otoritas Penang diberitahu bahwa pasien telah mengikuti semua prosedur operasi standar, terang ketua menteri.

Larangan itu akan tetap sampai Kementerian Kesehatan menyelesaikan prosedur untuk menangani pariwisata kesehatan, tambahnya.

AirAsia.com, platform digital maskapai penerbangan Grup AirAsia mengaku, telah menerbangkan penerbangan carter medis pertamanya ke Penang dari Kota Medan, Indonesia pada Jumat dua pekan lalu dan charter lain dari Jakarta yang telah dijadwalkan.

20200901-lam-wah-ee

Maskapai Air Asia (Foto: klook.com)

Sementara itu, Otoritas Penang juga telah memerintahkan semua instansi yang terkait dengan wisata kesehatan untuk memberikan notifikasi dan informasi. Sebab, negara itu telah mendeteksi mutasi virus korona yang sangat menular, yang sejak dua pekan lalu mencapai 9.200 kasus.***

Komentar

Loading...