Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Indonesia Kencangkan Aturan Tentang Sneakers dan Sepeda dalam Lonjakan Impor

Indonesia Kencangkan Aturan Tentang Sneakers dan Sepeda dalam Lonjakan Impor
Produksi seperti impor (Foto: google | net)

Jakarta | Indonesia memperketat aturan impor untuk beberapa produk konsumen termasuk sepatu olahraga, sepeda dan pendingin ruangan, kata Kementerian Perdagangan, setelah lonjakan impor pada Mei dan Juni 2020.

Izin impor akan diperlukan dan kontrol dokumen yang lebih ketat setelah diberlakukan atas impor 11 jenis produk dan pembelian di luar negeri meningkat secara signifikan pada bulan-bulan tersebut.

“Pertumbuhan impor beberapa barang ini bahkan melebihi 70 persen. Untuk itu, Kementerian Perdagangan perlu mengontrol impor barang-barang tersebut,” kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, dalam keterangan yang dirilis Minggu malam.

Aturan baru bisa mempengaruhi impor barang senilai triliunan rupiah.

Menurut data dari badan statistik negara, total nilai impor gabungan dari 11 jenis produk yang akan dikenakan peraturan baru adalah 4,69 triliun rupiah pada Januari-Juni tahun ini.

Impor bulan Juni saja mencapai 700 miliar rupiah, naik dari impor bulan Mei sebesar 374 miliar rupiah.

Aturan baru juga akan mengatur titik masuk mana ke Indonesia yang akan mengizinkan impor barang-barang tersebut. Aturan baru mulai berlaku pada 28 Agustus.

Kementerian tidak mengatakan mengapa impor itu meningkat tajam. Namun, olahraga bersepeda menjadi lebih populer di Indonesia disaat pembatasan terkait virus corona telah diberlakukan.

Secara terpisah, Kementerian Keuangan Indonesia pekan lalu mengatakan akan mengenakan bea cukai 19 persen hingga 21 persen untuk pengiriman ubin keramik dari India dan Vietnam mulai 31 Agustus karena meningkatnya impor.***

Komentar

Loading...