Tolak Tampung Imigran Rohingya

Imigrasi Lhokseumawe Minta Pemerintah Segera Relokasi Ditempat Layak

Imigrasi Lhokseumawe Minta Pemerintah Segera Relokasi Ditempat Layak
Anak-anak imigran Rohingnya di penampungan sementara (Foto: Din Pasee)

Lhokseumaw | Pihak Kantor Imigrasi Klas II A Kota Lhokseumawe meminta dan mendesak pemerintah terutama Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara, segera merelokasiimigran Rohingya ke tempat baru yang lebih layak dan manusiawi.

Itu disampaikan Kepala Imigrasi Kelas IIA Kota Lhokseumawe Fauzi, terkait 94 warga Rohingya yang ditampung sementara di bekas Kantor Imigrasi Peuntet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Jumat lalu.

Fauzi mengatakan, pihaknya mengetahui pasca kejadian penyelamatan warga Rohingya yang terdampar di laut, warga dan nelayan ingin menampung mereka.

Meski sudah dilarang mendarat, namun warga pesisir justru memaksa 94 warga Rohingya untuk turun dari kapal dan kini ditampung pada bekas Kantor Imigrasi tadi

Fauzi mengaku, sejak awal pihaknya sudah mengikuti prosedur kerja dan menolak imigran Rohingya ditampung di bekas kantor imigrasi setempat.

Alasannya, karena kondisi bangunan terbengkalai itu tidak layak dan manusiawi dijadikan sebagai tempat penampungan.

Namun karena pertimbangan warga Rohingya sudah ikuti tapi tes sesuai protokol kesehatan dan tidak membahayakan warga sekitar. Maka untuk sementara waktu terpaksa ditampung.

“Karena sudah rapid test, sesuai dengan protokol kesehatan dan tidak membahayakan warga sekitar. Tetapi, itu hanya untuk sementara waktu boleh tinggal di situ, “ ujarnya.

Sehingga atas permintaan Pemkab Aceh Utara maka para imigran asing itu ditampung sementara waktu saja.

Fauzi menjelaskan, tanpa maksud menyinggung atau lancang, pihaknya juga meminta pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar segera dapat mencari atau menyediakan tempat yang baru.

Sebab, bila ada persediaan tempat yang baru dan lebih layak untuk imigran Rohingya dapat direlokasi segera.


Saling Buang Badan

Sementara itu Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki ketika dikonfirmasi media ini justru mengaku tidak update atau mengikuti perkembangan soal warga Rohingya.

“Saya tidak mengikuti perkembangan soal Rohingya. Coba konfirmasi Pak Sekda saja, mungkin beliau tahu soal itu,“ tuturnya terkesan aneh.

Di sisi lain Kabag Humas Pemkab Aceh Utara Andre Prayuda mengatakan, imigran Rohingya bukanlah tanggung jawab Pemkab Aceh Utara Semata.
Tapi, menjadi tanggung jawab bersama, baik Forkopimda Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Bahkan jajaran TNI/Polri dan lainnya.

Selama keberadaan warga Rohingya Pemkab Aceh Utara berusaha membantu pasok logistik.

20200628-rohing2

Petugas PMI periksa kesehatan (Foto: Din Pasee)

Andre mengaku, Pemkab Aceh Utara dilematis, lantaran saat sedang menghilangkan rasa lapar warga sendiri,  justru ditambah beban karena harus menolong warga Rohingya secara kemanusiaan.

Andre juga mengaku, pihaknya sangat terkejut ketika mengetahui Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe menolak penampungan Imigran asing di bekas kantor mereka.

Andre menjelaskan, terkait desakan pihak Imigrasi Kota Lhokseumawe tersebut, dirinya akan melakukan koordinasi dengan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib.

“Saya baru tahu kalau Imigrasi menolak menampung Rohingya. Saya coba koordinasi dulu dengan bupati, “ sebut dia.*** 

Komentar

Loading...