Persiapan KONI Aceh Menuju PON Papua 2021

Ikhtiar Prestasi di Bawah Bayang Pandemi

Ikhtiar Prestasi di Bawah Bayang Pandemi
Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun
Penulis
Rubrik
Sumber
Mutia | Reporter MODUSACEH.CO

Banda Aceh I Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh, M. Nasir Syamaun menyebut, Aceh mengikuti 25 cabang olahraga dengan jumlah 131 atlet , pada PON XX di Provinsi Papua, 2-13 Oktober 2021 mendatang.

Informasi itu disampaikan M. Nasir, Kamis, 23 Juli 2020 lalu  di Banda Aceh. Selain itu katanya, Aceh menargetkan meraih 14 medali  emas dari sejumlah cabor yang diikuti tadi.

“Pemusatan latihan atlet sudah berlangsung sejak 17 Januari 2020 lalu dan berakhir 18 Oktober 2020. Akibat merebaknnya Covid-19, maka Pelatda digeser delapan sampai sepeluh bulan atau dari 17 Februari hingga 18 Desember 2021 mendatang,” kata M. Nasir Syamaun.

Masih kata Sekum KONI Aceh ini. Pelatda dilakukan di tiga tempat, yaitu Kota Banda (Hotel Al-Fatih, hotel Lading dan Homestay), Lhokseumawe (Wisma Kuta Karang dan Homestay) dan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

"Sebelumnya ini atlet Aceh berlatih di empat tempat seperti GOR KONI Aceh, Stadion Harapan Bangsa (SHB), Holding dan Lapangan Jasdam.

Sementara dana yang disalurkan Pemerintah Aceh, cukup untuk kebutuhan sehari-hari yaitu, akomodasi, konsumsi, uang saku, transportasi dan biaya tray out altit.

Direncanakan, ada lima cabang olahraga yang akan dikirim keluar negeri yaitu, Anggar (Malaysia), Atletik ke Jepang (satu atlet ), Menembak (Korea), Muaythai (Thailand) dan Taekwondo (Korea).

“Namun bisa saja terjadi perubahan, apalagi masalah global pandemi Covi-19. Jika pada bulan Mei 2021 mereda, rencana awal kita jalankan,” jelas M. Nasir Syamaun.

Dia berharap, seluruh atlet Aceh harus bisa mendapatkan penghargaan, sesuai dengan target Pelatda yakni dari 17 menjadi 15 atau 14 besar,” sebut dia.

Sumber: Koni Aceh

Sementara, khusus untuk cabor PABBSI telah terjadi pemisahan atlet menjadi tiga kelas. Pertama angkat besi, kedua binaraga dan ketiga angkat beban.

Ada tiga atlet PABBSI yang ditargetkan meraih medali emas di PON XX Papua. Untuk kelas Bina Raga Andri Yanto (kelas +85 kilogram). Dia berlatih di Lhokseumawe. Kelas Angkat Berat M. Zul Ilmi (kelas +96 kilogram), berlatihdi Banda Aceh serta Angkat Besi Putri, Nurul Akmal (kelas +87 kilogram).

“Kami menargetkan PON tahun ini bisa tembus enam tiket, tetapi yang yang lolos hanya tiga atlet menuju PON Papua di tahun mendatang,” kata Pelatih PABBSI Aceh, Effendi Eria.

Selama ini atlet PABBSI berlatih rutin, untuk mempersiapkan fisik dan mental menuju PON Papua tahun 2021, yang dibagi dua bidang yaitu, persiapan khusus dan persiapan umum. Termasuk, pembebanan untuk mencari power dan fisik.

Saat ini, atlet angkat besi putri, Nurul Akmal berlatih di Jakarta sebagai persiapan menuju PON Papua tahun 2021, Olimpiade Tokyo 2021 dan SEA Game Vietnam tahun 2021.

“Semua kebutuhan disiapakan KONI Aceh, seperti akomodasi dan konsumsi, serta suplemen dan kebutuhan kesehatan. Termasuk perlengkapan dan peralatan latihan. Atlet dan pelatih juga mendapatkan uang saku,” ungkap Effendi Eria. 

Effendi Eria mengatakan, Nurul Akmal telah menoreh prestasi luar biasa. Dia berhasil mencatatkan diri sebagai Lifter Indonesia pertama yang berhasil lolos untuk Olimpiade, Tokyo tahun 2019.

Nurul Akmal (27), yang biasa dipanggil Amel itu, merupakan anak dari pasangan Hasballah dan Nurmala asal Kabupaten Aceh Utara.

Dia telah berkiprah di cabang angkat besi sejak 10 tahun lalu. Dan selama satu dasawarsa itu pula karir puncaknya diraih dengan sempurna.

Nurul Akmal (Amel), merupakan alumni Universitas Abulyatama Banda Aceh. Jurusan FKIP Penjaskes.

Sejak 2005, Amel masuk di PABBSI Aceh dan diasuh pelatih nasional Effendi Eria dan Tarso. Berkat kerja keras pelatih, akhirnya Amel membuktikan dirinya mampu mengangkat barbell dengan total +87 kilogram.***

20200726-nurul-akmal

Nurul Akmal, atlit Aceh yang juga Lifter Indonesia melakukan angkatan snatch nomor angkat besi putri +75 kg 18th Asian Games Invitation Tournament di JiExpo, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018 (Foto: suara.com)

Prestasi Nurul Akmal

  1. PON XIX Jawa Barat 2016, medali emas dan pemecah rekornas
  2. Islamic Soladarity Games 2017, satu medali perak di Baku, Azarbaijan
  3. Universiade di Taipei 2017, peringkat lima
  4. Kejurnas 2017, di Rau, tiga medali emas dan tha best lfters
  5. Test event Asian Games 2018, di Jakarta satu medali emas
  6. Asia Game 2018, di Jakarta, Palembang peringkat enam
  7. Kejuaraan dunia di Asgabat, Turkmenistan peringkat 13 dunia
  8. PORA Jantho, Aceh Besar 2018, dua medali emas
  9. Kejurnas Bandung 2018, tiga medali emas
  10. Kejuaraan Thailand Champions 2019, satu medali perunggu
  11. Kejuaraan World Cup di Fuzhou, China 2019 peringkatempat gru B
  12. Kejuaraan Asia senior di Ningbo, China 2019
  13. Kejurnas 2019, di Bandung menuju PON Papua, tiga medali emas
  14. Kejuaraan dunia prakualifikasi Olimpiade Tokyo di Pattaya Thailand 2019, peringkat 10 dunia
  15. Internasional Nasional Qatar Cup 2019 di Qatar, dua medali perak dan satu medali perunggu.***

Komentar

Loading...